Jumat, 13 Januari 2012

Ce Reve Bleu Part 8 What Is Religion?

     Masih dengan hari-hariku bersama teman dunia mayaku Cyril. Setiap hari selalu menghabiskan waktu dengan chatting di setiap malamku, tanpa absent sekalipun. Jika tidak bisa chat kita masih melanjutkan berbagi cerita dan informasi lewat email. Hm… beberapa minggu ini kami tidak pernah bertatap muka di skype itu semua karena dia selalu mempunyai acara diakhir pekan, karena selalu bertepatan dengan kunjungannya bersama keluarga, new year party dan natal (meskipun dia bukan pemeluk satu agama tapi dia menganggap natal adalah hari yang baik dimana semua keluarga dapat berkumpul dan bersenang-senang, makan malam bersama). Akupun juga demikian menghabiskan waktuku dengan aktivitas baruku dengan banyak berkas dikamar.
     Malam itu aku terlalu sibuk dengan berkas berkas dari kantor, aku biasa membawa pekerjaan dari kantor untuk aku kerjakan dimalam hari agar bisa datang terlambat kekantor. Begitu sulitnya aku bangun di pagi hari dan begitu segarnya mataku di malam hari. (andai saja aktivittas di dunia ini bisa di putar, malam untuk bekerja dan siang untuk tidur, hehehe) dari beberapa berkas yang aku bawa ada satu berkas kuno tahun 1965 yang membuatku bersin-bersin, kenapa aku harus menganalisa berkas sekuno itu. Hehehehe. Sambil menunggu jam 23 yang mungkin hanya berlangsung 15 menit untuk sekedar “say Hello” hehehe.
     Aku membaca berkas kuno itu dengan perasaan jengkel, berkas dengan kertas berwarna kuning, rusak, tinta luntur, kertas yang sudah dimakan ngengat, membuatku semakin kesal membacanya. Serasa aku membaca kertas bersejarah yang seharusnya sudah masuk museum, hehehehe. Melihat keponakanku tercinta Anin menggambar di aplikasi paint di laptop, sedikit membuatku terhibur dan membuatku tidak bosan. Saat aku melihat laptopku diatas meja. Tanpa sadar Cyril menyapaku, yang menandakan dia telah kembali kerumahnya. Aku menutup berkas tahun 65 dan menyingkirkan dari pandanganku.
    Hal yang menarik saat aku chat bersamanya, dia menunjukkan sebuah lagu yang kurang aku pahamin maksud dan artinya. Bagi Cyril, ini lagu kesukaannya dia menjelaskan ini lagu religi tapi tidak menunjuk satu religi pun. Aku menanyakan kepadanya, kenapa kamu memberiku lagu ini? aku menyampaikan perasaanku saat aku mendengarkan lagu itu dengan sangat jujur, karna yang aku rasakan adalah gundah dan seram dialunan musiknya. Dia meminta maaf soal lagu itu, aku mengatakan “no problem” kepadanya. Aku menjelaskan bahwa lagu religi itu harus menenangkan dan menyampaikan maksud yang indah. Dia memintaku mengirimkannya lagu religi. Aku memberikan lagu “Chosen One by Maherzain” penasaran aku menunggunya selesai mendengarkannya. Yang membuatku terperanjat karena dia menyukai lagu itu, dan sangat menyukainya. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia menyukainya. Cyril pun memberitahuku jika dia telah banyak bertanya mengenai islam kepada temannya sebelum dia bertemu denganku. Itu kenapa aku baru sadar kenapa dia tidak beragama tapi semua yang dia lakukan tampak seperti orang yang beragama. Terjawab sudah pertanyaanku. Cyril juga menanyakan beberapa hal mengenai ajaran islam kepadaku, yang terkadang aku meminta maaf karena aku sulit menjelaskan karena terkendala bahasa inggrisku yang buruk. Aku hanya takut saat aku menjelaskan dengan kemampuan bahasa inggrisku ini akan membuat dia salah paham. Lebih baik aku mengusulkan untuk menanyakan kepada temanya saja.
    Ada satu hal yang dia tanyakan kepadaku karena temanku tidak bisa menjawabnya. Aku menanyakan apa yang kau tanyakan kepadanya? Cyril menanyakan “What is religion?what is muslim religion? Dan temannya hanya tersenyum dengan pertanyaannya dan menceritakan tentang sejarah islam kepadanya. Saat aku dihadapkan pertanyaan itu, dan Cyril memintaku untuk menjawabnya. Hal yang aku pikirkan adalah cara apa agar aku dapat memberikan dia jawaban untuk itu. Saat itu terbesit satu cara di otakku, aku mengirimkannya sebuah lagu instrument kepadanya dan memintanya untuk mendengarkan dengan mata terpejam.  Instrument itu ada di Link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=cIlDAkKjoYc Saat dia selesai mendengarkannya, dia menanyakan kepadaku apa maksudnya aku mengirimkan lagu instrument itu. Kemudian aku memberinya pertanyaan, “apa yang kamu rasakan saat mendengar lagu itu?” Cyril menjawab “lagu itu begitu indah dan saat aku mendengarkannya hatiku tenang dan aku merasa ingin menangis di beberapa alunannya, ada sesuatu yang aku rasakan tapi aku tidak bisa menjelaskan kepadamu Ompy”.  Dengan pelan aku menjawab pertanyaannya di awal, “apa yang kamu utarakan adalah jawaban atas pertanyaanmu tentang apa itu agama dan apa itu agama islam Cyril, Agama adalah sesuatu yang kita rasakan jauh di dalam hati yang membuat kita tenang, merasakan ke indahan, dan kadang ingin menangis dan merasakan sesuatu yang menakjubkan dan kita tidak dapat menjelaskan rasa itu dengan lisan, itu kenapa kita tidak bisa menjelaskan dengan lisan apa itu agama, dan mustahil jika kamu mencari jawaban tentang apa itu agama dari secara lisan dari seseorang”.
     Saat aku memaparkan semua itu, hal yang tidak aku sangka dari respon Cyril adalah, “inilah jawaban yang aku cari” dan Cyril berterima kasih karena telah memberikannya jalan memahami pentingnya sebuah agama. Dia memtuskan untuk mendalami satu agama yang aku yakini adalah benar dengan mempelajari bersama temannya dan yang tentunya dia memintaku untuk selalu membantunya. Jika apa yang Cyril lakukan dan ceritakan kepadaku adalah kebenaran dan bukan suatu kebohongan yang hanya untuk menarik perhatianku. Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk mengetuk hatinya untuk meyakini satu hal yaitu agama yang membuat dirinya mampu untuk berdoa dan berharap, karena Allah menyayangi umatnya meskipun terkadang dia berpaling dariNya. Jika Cyril adalah seseorang yang nyata dan bukan hanya sekedar bayangan, aku berharap Allah memberikan petunjuk bagiku untuk membantunya. “Bissmillahirohmanirohim”
     Aku mengakhiri pembicaraan kami, karena aku sudah terlalu sangat capek, dan aku melihat Anin yang sudah tertidur. Aku menutup pembicaraan dengan menuliskan “aku selalu ada untuknya dan untuk membantunya memberikan jawaban” dan untuk pertama kalinya dia menjawab “Amin”.  Saat aku mematikan laptopku dan membaringkan badanku yang lelah ini ke tempat dimana aku menghilangkan rasa capek dan penatku, membuat aku sedikit berpikir satu hal. Saat seseorang yang tidak memiliki keyakinan, Allah akan memberikan petunjuk itu kepadanya untuk dia jadikan jalan meyakini Tuhan. Tapi saat petunjuk itu diberikan tapi dia menutup mata dan berpaling, itulah kesalahan awal yang dia buat untuk disesali. Jadi teringat, Agama tanpa Ilmu itu Pincang dan Ilmu tanpa Agama itu Buta.
Aku selalu berprasangka positif terhadap seseorang, dan aku berharap Cyril akan menemukan jalannya untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi.

                                                                                                       To Be Continue in Part 9;)