Masih dengan hari-hariku bersama
teman dunia mayaku Cyril. Setiap hari selalu menghabiskan waktu dengan chatting
di setiap malamku, tanpa absent sekalipun. Jika tidak bisa chat kita masih
melanjutkan berbagi cerita dan informasi lewat email. Hm… beberapa minggu ini
kami tidak pernah bertatap muka di skype itu semua karena dia selalu mempunyai
acara diakhir pekan, karena selalu bertepatan dengan kunjungannya bersama
keluarga, new year party dan natal (meskipun dia bukan pemeluk satu agama tapi
dia menganggap natal adalah hari yang baik dimana semua keluarga dapat berkumpul dan bersenang-senang, makan malam bersama). Akupun
juga demikian menghabiskan waktuku dengan aktivitas baruku dengan banyak berkas
dikamar.
Malam itu aku terlalu sibuk
dengan berkas berkas dari kantor, aku biasa membawa pekerjaan dari kantor untuk
aku kerjakan dimalam hari agar bisa datang terlambat kekantor. Begitu sulitnya
aku bangun di pagi hari dan begitu segarnya mataku di malam hari. (andai saja
aktivittas di dunia ini bisa di putar, malam untuk bekerja dan siang untuk
tidur, hehehe) dari beberapa berkas yang aku bawa ada satu berkas kuno tahun 1965 yang membuatku bersin-bersin,
kenapa aku harus menganalisa berkas sekuno itu. Hehehehe. Sambil menunggu jam
23 yang mungkin hanya berlangsung 15 menit untuk sekedar “say Hello” hehehe.
Aku membaca berkas kuno itu dengan
perasaan jengkel, berkas dengan kertas berwarna kuning, rusak, tinta luntur,
kertas yang sudah dimakan ngengat, membuatku semakin kesal membacanya. Serasa
aku membaca kertas bersejarah yang seharusnya sudah masuk museum, hehehehe.
Melihat keponakanku tercinta Anin menggambar di aplikasi paint di laptop,
sedikit membuatku terhibur dan membuatku tidak bosan. Saat aku melihat
laptopku diatas meja. Tanpa sadar Cyril menyapaku, yang menandakan dia telah
kembali kerumahnya. Aku menutup berkas tahun 65 dan menyingkirkan dari
pandanganku.
Hal yang menarik saat aku chat
bersamanya, dia menunjukkan sebuah lagu yang kurang aku pahamin maksud dan
artinya. Bagi Cyril, ini lagu kesukaannya dia menjelaskan ini lagu religi tapi
tidak menunjuk satu religi pun. Aku menanyakan kepadanya, kenapa kamu memberiku
lagu ini? aku menyampaikan perasaanku saat aku mendengarkan lagu itu dengan sangat
jujur, karna yang aku rasakan adalah gundah dan seram dialunan musiknya. Dia meminta
maaf soal lagu itu, aku mengatakan “no problem” kepadanya. Aku menjelaskan
bahwa lagu religi itu harus menenangkan dan menyampaikan maksud yang indah. Dia
memintaku mengirimkannya lagu religi. Aku memberikan lagu “Chosen One by
Maherzain” penasaran aku menunggunya selesai mendengarkannya. Yang membuatku
terperanjat karena dia menyukai lagu itu, dan sangat menyukainya. Aku sendiri
tidak tahu kenapa dia menyukainya. Cyril pun memberitahuku jika dia telah banyak
bertanya mengenai islam kepada temannya sebelum dia bertemu denganku. Itu
kenapa aku baru sadar kenapa dia tidak beragama tapi semua yang dia lakukan tampak seperti orang yang beragama. Terjawab sudah pertanyaanku. Cyril juga menanyakan beberapa
hal mengenai ajaran islam kepadaku, yang terkadang aku meminta maaf karena
aku sulit menjelaskan karena terkendala bahasa inggrisku yang buruk. Aku hanya
takut saat aku menjelaskan dengan kemampuan bahasa inggrisku ini akan membuat
dia salah paham. Lebih baik aku mengusulkan untuk menanyakan kepada temanya
saja.
Ada satu hal yang dia tanyakan kepadaku
karena temanku tidak bisa menjawabnya. Aku menanyakan apa yang kau tanyakan
kepadanya? Cyril menanyakan “What is religion?what is muslim religion? Dan
temannya hanya tersenyum dengan pertanyaannya dan menceritakan tentang sejarah
islam kepadanya. Saat aku dihadapkan pertanyaan itu, dan Cyril memintaku untuk
menjawabnya. Hal yang aku pikirkan adalah cara apa agar aku dapat memberikan
dia jawaban untuk itu. Saat itu terbesit satu cara di otakku, aku
mengirimkannya sebuah lagu instrument kepadanya dan memintanya untuk
mendengarkan dengan mata terpejam. Instrument itu ada di Link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=cIlDAkKjoYc Saat dia selesai mendengarkannya, dia
menanyakan kepadaku apa maksudnya aku mengirimkan lagu instrument itu. Kemudian
aku memberinya pertanyaan, “apa yang kamu rasakan saat mendengar lagu itu?”
Cyril menjawab “lagu itu begitu indah dan saat aku mendengarkannya hatiku
tenang dan aku merasa ingin menangis di beberapa alunannya, ada sesuatu yang
aku rasakan tapi aku tidak bisa menjelaskan kepadamu Ompy”. Dengan pelan aku menjawab pertanyaannya di
awal, “apa yang kamu utarakan adalah jawaban atas pertanyaanmu tentang apa itu
agama dan apa itu agama islam Cyril, Agama adalah sesuatu yang kita rasakan
jauh di dalam hati yang membuat kita tenang, merasakan ke indahan, dan kadang
ingin menangis dan merasakan sesuatu yang menakjubkan dan kita tidak dapat menjelaskan
rasa itu dengan lisan, itu kenapa kita tidak bisa menjelaskan dengan lisan apa itu agama, dan mustahil jika kamu mencari jawaban tentang apa itu
agama dari secara lisan dari seseorang”.
Saat aku memaparkan semua itu,
hal yang tidak aku sangka dari respon Cyril adalah, “inilah jawaban yang aku
cari” dan Cyril berterima kasih karena telah memberikannya jalan memahami
pentingnya sebuah agama. Dia memtuskan untuk mendalami satu agama yang aku
yakini adalah benar dengan mempelajari bersama temannya dan yang tentunya dia
memintaku untuk selalu membantunya. Jika apa yang Cyril lakukan dan ceritakan
kepadaku adalah kebenaran dan bukan suatu kebohongan yang hanya untuk menarik
perhatianku. Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk mengetuk hatinya untuk
meyakini satu hal yaitu agama yang membuat dirinya mampu untuk berdoa dan
berharap, karena Allah menyayangi umatnya meskipun terkadang dia berpaling
dariNya. Jika Cyril adalah seseorang yang nyata dan bukan hanya sekedar
bayangan, aku berharap Allah memberikan petunjuk bagiku untuk membantunya.
“Bissmillahirohmanirohim”
Aku mengakhiri pembicaraan kami,
karena aku sudah terlalu sangat capek, dan aku melihat Anin yang sudah
tertidur. Aku menutup pembicaraan dengan menuliskan “aku selalu ada untuknya
dan untuk membantunya memberikan jawaban” dan untuk pertama kalinya dia
menjawab “Amin”. Saat aku mematikan
laptopku dan membaringkan badanku yang lelah ini ke tempat dimana aku
menghilangkan rasa capek dan penatku, membuat aku sedikit berpikir satu hal.
Saat seseorang yang tidak memiliki keyakinan, Allah akan memberikan petunjuk
itu kepadanya untuk dia jadikan jalan meyakini Tuhan. Tapi saat petunjuk itu
diberikan tapi dia menutup mata dan berpaling, itulah kesalahan awal yang dia
buat untuk disesali. Jadi teringat, Agama tanpa Ilmu itu Pincang dan Ilmu tanpa
Agama itu Buta.
Aku selalu berprasangka positif
terhadap seseorang, dan aku berharap Cyril akan menemukan jalannya untuk
menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi.
To Be Continue in Part 9;)
