Kamis, 31 Mei 2012

Ce Reve Bleu Part 11 Sun and Sunflower


    Tepat tanggal 6 Mei 2012 hari dimana dia menjadwalkan diri datang dan berdiri dihadapanku secara nyata. Entah hal itu bisa di percaya atau tidak, karena sesuatu yang tidak mungkin jika dipikirkan dan dibayangkan oleh orang lain. Saat aku mengecek email tidak ada berita apapun yang dia kirimkan padaku. Pikiranku lebih condong tidak mungkin dia datang dan khawatir terjadi sesuatu saat dia benar-benar di Indonesia. Jika dia benar-benar datang seharusnya dia mengirimkan email saat berada di Surabaya, karena melihat jadwal pemberangkatan yang dia tunjukkan padaku. Dibuatnya aku tidak bisa tidur, aku mencoba untuk memejamkan mata dan akhirnya tertidur.
    Tak terasa mataku terpejam karena semalaman aku tidak tidur, dan tidak lama aku menutup mata, kakakku membangunkanku dengan menyebut namanya, sontak aku terkejut tak terduga. Serasa mimpi aku dibuatnya saat kakakku mengatakan Cyril datang, aku hanya mengacuhkannya karena tidak mungkin dia akan datang langsung kerumah. Karena dia tidak tau alamat rumah, jember. Karena sebelumnya kita telah sepakat untuk bertemu di stasiun jember. Kakakku berusaha meyakinkannku bahwa dia benar-benar datang. Dengan wajah kucel tampak seperti mayat hidup karena tidak tidur seharian dan hanya beberapa menit terlelap aku harus membuktikannya sendiri. Langkah semakin penasaran dan tak yakin jika dia benar-benar dirumah, saat aku sampai dipintu depan aku melihat dia dengan bebrapa tas yang aku lihat begitu berat. Mataku focus dengan wajahnya yang Nampak bersinar dibawah paparan sinar matahari yang baru muncul, menyilaukan saat aku lihat wajahnya mungkin karena aku belum 100% bangun dan sadar. Aku seolah mimpi dan masih ada di mimpi indah, melihat Cyril Belliard, datang dan berdiri di hadapanku. Aku merasa terbang dan kehilangan kata-kata, aku merasa ada didunia lain. Entah apa yang aku rasakan saat itu, hingga akhirnya aku tersadar panggilan supir taxi yang marah kepadaku karena membiarkan dia terlantar di terminal, supir taxi itu marah karena merasa kasihan kepadanya. Aku merasa bersalah karena membiarkan dia merasakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dia alami. Aku hanya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada supir taxi yang telah membantunya dan mengantarkannya kerumahku dengan selamat.  Saat supir taxi itu pergi, aku mempersilahkan Cyril masuk kerumah. Rasa canggung, bingung, nervous, dan tidak tau ingin mengatakan apa karena seketika itu otakku kosong. Wajahku hanya terpaku dan mungkin lebih tepatnya terpatung, hingga akhirnya dia memanggil namaku dan membuatku terbangun dalam proses sadar 100%.
    Aku meminta kakakku menemaninya sebentar, karena aku harus membuatkannya kopi sebagai tamu. Aneh rasanya saat aku membuatkan kopi untuk seseorang yang selama ini hanya ada di layar. Sibuk aku membuat kopi di dapur bersama Anin, hehehehe sambil menenangkan hatiku yang masih shock dengan kejadian yang tidak mudah dicerna oleh otakku ini.hehehehe Didapur terlihat bukan aku saja yang bingung lucunya Anin keponakanku terus saja berlarian sepertinya dia jauh lebih shock dan kaget daripada aku. Hm…. Kopi telah siap dan aku mengantarkannya langsung keruang depan dengan wajah yang benar benar kacau, baru bangun tidur, shock, dan entah seperti apa wajahku waktu itu. Saat aku menaruh secangkir kopi dihadapannya, dia memberikan senyuman yang membuatku jadi terasa lebih kikuk, karena baru pertama kalinya aku berhubungan dengan orang asing dan pertama kalinya pula aku kopi darat ma orang asing. Saat aku duduk entah apa yang harus aku katakana pertama kali, rasanya seketika itu aku berwajah dan berlagak bodoh sebodoh bodohnya, ooohhhhh mana jati diri Ompy Hanum. Aku berusaha mengatasi keaadaan dengan mengatakan apa kabar (tampak semakin aneh..hehe) untunglah waktu itu ada Anin yang setia menemaniku hilang ke PDanku karena aku benar benar baru bangun tidur.
    Pada akhirnya aku berusaha mengendalikan suasana, kita mulai melakukan pembicaraan ringan. Dan dia mulai menunjukkan Ipad, dan Phone nya dengan segalanya menggunakan fotoku untuk semua wallpaper dan screensaver dan anehnya dia menunjukkan gambarku di camera yang dia ambil tanpa aku sadari saat kita video call saat saling berjauhan. Dia semakin membuatku malu dengan wajahku yang semuanya aneh dan jelek. Aku izin untuk mandi sebagai trik untuk mengatasi tingkat malu di diriku, hehehe Setelah itu aku mengajaknya untuk mencari sebuah hotel untuk dia mandi dan tidur, aku tidak mempersilahkan untuk di rumah karena kita mempunya budaya yang berbeda untuk tamu laki-laki. Sebelum menuju hotel, aku mengajaknya sarapan di sebuah restoran yang buka 24jam saat aku memasuki restaurant itu semua mata memandang aneh, entah apa yang ada di otak mereka, baik dan mungkin buruk. Pertama kali itu juga aku pergi bersama seorang pria asing berkewarganegaraan Perancis, dan dia pertama kalinya sarapan dengan Nasi, hehehe Aku tahu pasti dia merasa aneh hanya saja dia berusaha menghormatiku. Dan akhirnya setelah sarapan aku membawanya kesebuah hotel dan memilih sebuah kamar untuknya. Saat itu juga dia memintaku menunggunya karena dia ingin membeli sebuah sandal selama di Indonesia. Rasa takut, canggung dan kikuk bergejolak, karena aku tidak pernah satu ruangan di hotel bersama seorang pria, pikran buruk melandaku, aku sudah bersiap siap waspada dengan menunggunya didekat pintu yang sudah tidak aku kunci untuk berjaga-jaga. Tapi dugaanku salah besar, dia sama sekali tidak berbuat aneh aneh didepanku, dia sangat sopan dan tidak berniat menyentuhku atau bersikap kurang ajar, dia malahan mennjaga jarak denganku. Dengan senyum polosnya dia mengatakan, aku akan menjaga perasaanmu, budayamu, dan dirimu dengan tidak akan melakukan hal-hal yang akan menghancurkan kepercayaanmu kepadaku. Kekagetan luar biasa yang aku rasakan, sessopan itukah dirinya dan sehormat itukah dia kepadaku. sungguh berbeda dengan laki laki Indonesia zaman sekarang yang sering aku temui.
    Aku mulai percaya kepadanya dengan duduk di sofa dan dia di ujung tempat tidurnya, bersiap untuk pergi. Kukatakan kepadanya untuk cepat, karena tidak baik bagiku berlama lama di dalam satu ruangan bersama laki-laki. Dan anehnya dia saat mencari tas kecilnya tempat dimana uang rupiahnya diletakkan. Dalam perjalanan hingga sampai ke sebuah supermarket, dia meminta maaf karena membuatku tidak nyaman dengan menunggunya. Aku hanya tersenyum kepadanya, kita mulai mencari-mencari dan anehnya tidak ada ukuran yang cocok dengan kakinya yang mungkin tidak sama dengan ukuran orang Indonesia. Ukuran 45 yang kita cari, dan hanya ukuran 43 yang tersedia. Akhirnya aku menemukan satu yang sedikit kekecilan untuk kakinya, selama pencarian itu, semua mata memandang dan berbisik, mungkin aku harus bersiap dengan gunjingan, image buruk dan pikiran buruk dari banyak orang, tapi aku berpegang teguh pada prinsip bahwa aku menjaga diriku sebaik mungkin. Hari-hari aku lalui selama dia berada di Jember, makan bersama, menunjukkan apa yang selama ini ingin dia lihat, dan berada dirumah menghabiskan waktu bersama Anin dan keluargaku dirumah. Beberapa hari di Jember rasanya aku merasa sudah lama mengenalnya hingga wajah asing yang pertama kali aku lihat berubah menjadi wajah yang sepertinya tidak sama sekali Nampak pria asing yang membuat orang lain terkesima. Hehehe hingga saat dia mengutarakan perasaannya dan memastikan jika hingga sekarang perasaanya berubah tumbuh semakin besar dan besar, dia ingin aku percaya dengan perasaannya kepadaku. Dia memintaku untuk tidak menjawabnya jika memang aku tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Entah apa yang aku pikirkan saat melihat wajahnya hingga aku mengingat semuanya dari awal bertemu dan semua yang dia lakukan hingga akhirnya datang berdiri didepan rumah berharap menjadi kejutan untukku, perjalanan yang begitu berat karena ingin mewujudkan filosofi bunga matahari dan matahari, dimana dia seolah bunga matahari yang telah siap memandang ke atas untuk menyambut mataharinya terbit dengan datang sepagi mungkin kerumah untuk dapat membuat aku sebagai matahari untuknya bangun dari tidur untuk melihatnya langsung wajahnya yang kebetulan saat itu matahari belum sepenuhnya terbit layaknya aku yang masih belum sepenuhnya bangun. Tak kuasa aku menahan diri untuk menjawabnya tapi karena aku masih ragu, dan aku mengajukan banyak pertanyaan untuknya dan dia memberikanku jawaban-jawaban yang membuat aku mampu menjawabnya walaupun hanya menuliskannya di secarik kertas. Aku menuliskan “I Love you Too” kepadanya. Hehehe terlalu malu aku untuk mengatakannya. Dan kita memutuskan untuk menjalani hubungan yang mengutamakan keterbukaan dan kejujuran. Dan dia menambahkan bahwa dia akan selalu menghormati apa yang ingin aku jaga tanpa merusaknya dengan perbuatan-perbuatan yang dapat menghancurkan cintanya. Kata-kata itu benarbenar dia katankan secara nyata yang sebelumnya pernah dia katakan saat kita chatting tentang budayaku sebagai orang timur dan sebagai wanita muslim.
    Keluargaku menjadwalkan berwisata ketempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, pergi ke danau-danau, pelabuhan, pantai, perkebunan, dan pantai. Dan tak lupa dia mengingatkanku untuk mengajaknya mengunjungi desa dimana aku pernah menceritakannya saat aku skype bersamanya. Kelucuan demi kelucuan terjadi, wajah keluargaku yang berada di desa dibuatnya tertawa dengan setiap jawaban jawaban yang keluargaku ajukan, yang tak lupa aku menjadi translator untuk mereka dan Cyril, hehehe. Selama dia disini waktu kita habiskan banyak bersama keluargaku, dia mengatakan keluargaku sangat besar, ramah, hangat, dan lucu-lucu. Meskipun dia menyadari adanya perbedaan antara keluarga dari ibuku dan keluarga dari ayahku yang tidak bisa sama sekali berbahasa inggris, dia menemukan jawaban tentang pertanyaan terbesarnya, Apa yang membuat Wanita yang selama ini membuatnya merasa punya harapan dan tujuan dalam hidupnya? Dia menemukan jawabannya selama dia berada bersama keluargaku. Dia meyakini Keluargaku, Agamaku, Budayaku yang membuat aku seperti ini, dan dia akan melakukan yang terbaik dan sebaik mungkin untuk membuktikan kepada semua keluargaku, “Aku bukan orang Prancis dan bukan orang asing, Aku hanya Cyril Belliard laki-laki biasa yang mencintai seorang wanita” Rasa haruku kepadanya saat aku mendengar kata-kata itu.
    Selama berada di Indonesia ada beberapa keluargaku yang merasa tidak nyaman dengan keberadaannya di Jember, membuat aku merasa tidak enak hati terhadap situasi ini. mengingat Cyril adalah pria asing yang selama ini orang asing mempunyai image buruk dengan budaya yang bebas. mungkin mereka berbeda sudut pandang denganku dan beberapa keluargaku yang pernah berhubungan langsung dengan orang asing, mereka sama dengan halnya kita "manusia" ada yang baik dan ada pula yang buruk, di Indonesia pun tak sedikit orang yang buruk juga tak sedikit orang yang baik pula. Bagiku Islam agama yang lembut, santun dan terbuka untuk siapapun yang ingin menjadikan Islam sebagai jalannya, tetap berpikiran positif dan tetap berhati-hati, jiwa saling membantu untuk orang yang sedang mencari jalan yang baik dan tidak menghakimi orang lain karena kita sendiri tak luput dari dosa, Hanya Allah SWT yang maha tahu hati seseorang. Tak ada kata-kata dan janji-janji yang ingin dia tebar dan katakan kepadaku dan keluargaku, dia hanya ingin membuktikan semuanya hingga pertanyaan pertanyaan yang belum keluargaku utarakan terjawab sebelum ditanyakan kepadanya. Sikap yang baik sebagai seorang laki-laki yang tidak hanya bermulut besar. Keyakinannya terhadap Muslim dia rasakan saat ini seperti lilin di jalan hidupnya dan semakin bercahaya seiring dengan dunia baru yang dia yakini adalah jalan hidupnya yang baru. Selama ini dia hidup tanpa agama, aku berharap dalam menjalani sebuah jalan baru yang dia pilih dan akan dia jalani, dapat di hargai oleh semua orang dan memahaminya sebagai manusia yang ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku hanya bisa mendukungnya, membantunya dengan doa, selalu ada untuk memberikannya semangat saat dia lemah dan membantunya bangkit saat dia jatuh. Apa yang aku alami membuat aku kagum kepadanya. Sikap sopan, hormat kepadaku, keluargaku, dan budayaku. Merubah anggapan negatifku terhadap pria asing selama ini.Semoga dia tetap menjaga apa yang harus dia jaga, meneguhkan apa yang harus dia teguhkan.

Sabtu, 05 Mei 2012

Ce Reve Bleu Part 10 The Train Station


Terakhir aku menuliskan cerita Ce Reve Bleu sebuah pernyataan dimana kedatangannya tertunda. Dan rasanya entah apa lagi yang ingin aku tuliskan saat hidupku berlanjut dan masih saja berkomunikasi dengan pria berkebangsaan Prancis itu. Mungkin karena nafsu menulis telah gugur, karena semangat semangat yang ada untuk menulis hanya ada saat hatiku ingin mendiskripsikannya. Berbulan-bulan aku masih saja melaluinya dengan membalas email darinya, chat bersamanya, video call, yang semuanya diwarnai dengan candaan, kegimbaraan, kadang dengan sedikit bumbu bad mood didalamnya. Hehehe. Aneh rasanya saat kita berada dalam kesalahpahaman, itu semua karena bahasa yang kami gunakan adalah bahasa asing, mungkin banyak kata-kata yang kami gunakan mempunyai makna berbeda, tapi disitulah keunikannya, saat kesalahpahaman terjadi, kesepahaman akan muncul dengan cepatnya.
Saat komunikasiku bersama Cyril berlanjut, aku juga di fokuskan dengan pendidikan khusus profesiku sebagai seorang advokat. Hari demi hari aku lalui di masa pendidikanku, dengan semangat-semangat yang dia berikan kepadaku memberikan rasa percaya diriku yang amat besar, hingga beberapa prestasi aku dapatkan, memahami materi demi materi dengan baik. Karena satu keyakinan, bahwa aku bisa melakukannya dengan baik. Sebegitu percayanya dirinya kepadaku. Cyril tidak hanya memikirkan dirinya sendiri meskipun terkadang aku ketiduran saat chat, tidak sempat membalas email, semua dia tanggapi dengan sangat baik, banyak email yang dia kirimkan hanya untuk memberikan keyakinan dan kekuatan untuk melakukan segalanya dengan semangat, senyum, dan kekuatan.
Saat Masa pendidikan, ada seorang Pria yang mendekatiku, berkenalan dan akhirnya sering menghabiskan waktu kerumahku setelah usai perkuliahan. Sebut saja namanya Rifa, pria yang baik, menarik dan tegas, tapi terkadang keras dan arogan. Pertemun kedua dia mulai menyatakn perasaannya, Hm… cepat rasanya dia jatuh cinta hingga membuatku mengalami keraguan yang amat dalam tentang Siapakah dirinya??? Awalnya aku hanya mengnggap dia adalah rekan sejawat dan teman untuk belajar bersama. tapi saat Bersamanya membuat aku mengalami kegalauan, apa artinya dia muncul di hadapanku?? Cinta sesaatkah atau cinta yang hanya berkunjung. Semua campur aduk.Mungkin benar kelemahan seorang wanita berbintang Pisces adalah susahnya membedakan antara cinta yang sebenarnya ataukah cinta sementara Setelah dia menyatakan untuk melamarku secepatnya jika aku menerima cintanya. Ketidakyakinanku terlampau amat besar, karena begitu mudah jatuh cinta apakah akan menjadi mudah untuk melupakan.
Aku menceritakan semuanya kepada Cyril, dan entah mengapa saat aku menceritakannya dia hanya terdiam dan terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Hingga akhirnya dia meneteskan air matanya dan terisak beberapa kali. Aku merasa bersalah kepadanya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak berkomunikasi sementara waktu agar kita bisa berfikir dan menjernihkan pikiran kita masing-masing. Entah kenapa pagi itu dia menuliskan email yang panjang tentang perasaannya, kekecewaannya karena dia selama ini melakukan yang terbaik untukku, agar aku merasakan jika Cyril itu benarbenar ada dan akan segera mewujudkannya. Bagaimana dia menganggapku sebagai pembawa cahaya dalam jalan hidupnya dan membawakan mimpi indah yang selama ini tidak ia dpatkan, masa depan yang indah.
Saat itu aku merasa bersalah dan bersalah kepadanya, bukan bermaksud aku mempermaikan hatinya atau memberikan harapan atau mimpi. Aku hanya menunjukkan siapa “Ompy Hanum”. Kemudian aku merenung dan beberapa saat membalas emailnya. Aku menuliskan, bahwa kewajaran jika seorang wanita tidak percaya terhadap pria yang ada di dunia mayanya. Dia memberikanku Link sebuah lagu yang berjudul “Pomme C” cinta virtual antara seorang pria yang jatuh cinta dengan seorang wanita di dunia maya. Hm… lagunya mirip kisah ku, hahahaha. Saat itu aku sadar, jika memang lagu itu berakhir kenyataan, biarkanlah waktu yang menjawabnya saat kamu memang benar2 ada dihadapanku tanpa layar ataupun jaringan internet.Karena aku sendiri tidak meyakini perasaan apakah yang aku miliki saat bersamanya, hanya senaang karena dia sosok pria yang berada dalam mimpiku, ataukah hanya teman kesepianku ataukah Cinta. Aku sendiri hanya sosok wanita yang menggenggam hati dengan amat kuatnya, hingga terkadang aku menykiti hatiku sendiri, bagaimana bisa aku menggenggam hatiku agar tak ada yang melukainya, tapi justru genggamanku menyakiti hatiku.
Saat itu Rifa meminta jwabanku, yang pertama aku menjawab tidak dan kedua tidak akhirnya dia meminta jawaban untuk terakhir kalinya, dan sontak diriku kaget karena dia berterus terang dia diantara dua pilihan. Hm, emangnya aku barang yang seenaknya dipilih??ckckckck. Aku hanya menanyakan kepadanya dua pertanyaan, jika dia bisa menjawabnya, aku akan menerimanya.. aku hanya menanyakan, apa yang kamu ketahui tentang aku? Dan dia menjawab kesempurnaan, itu jawaban yang mustahil bagiku karena aku bukanlah kesempurnaan, sedangnkan pertanyaan kedua, alasan apa yang bisa aku jadi dasar untuk menerimamu, dia menjawab tidak tahu. Tampak sudah siapa dia, seseorang yang hanya melihatku dari luar, tanpa ingin tahu kekuranganku yang dia belum mengethuinya dan bagiku pertanyaan apakah dia bisa menerimanya atau tidak.
Saat itulah dia memilih seorang wanita, yang aku tidak tahu siapa. Keputusanku bukan karena Cyril, tapi karena memang jawaban independen dari hatiku. Aku hanya mencoba bersikap sebagai wanita yang tidak gegabah dengan yang namanya perasan, kehati-hatian yang mungkin terkadang jatuh atau tersandung. Saat Cyril mengatakan kedatangannya tanggal 6 Mei 2012 yang jatuh pada besok, membuatku hanya ketidak percayaan yang amat besar. Akankah benar besok aku melihatnya, dan apakah benar dia benar-benar muncul dihadapanku, bukan hanya dilayar kaca. Saat aku mengatakan pertanyaan, Apa yang kamu lakukan jika aku tidak ingin bertemu denganmu? Jawabannya sangat aneh, dia akan datang dan meminta izin untukku untuk melihatnya beberapa menit saja. Hm… siapa dia dengan kata-katanya yang membuat wanita selalu tidak bisa mempercayainya.
Besok adalah waktu dimana dia akan datang, dan mungkin Stasiun Jember yang menjadi tempat untuk pertemuaku yang pertama kalinya. Aku akan menunggunya besok siang di stasiun jember dimana dia akan datang dan pertama kalinya kita akan saling menatap. Hehehe. Perasaanku sekarang hanya terdiam, karena tidak bisa membayangkan apapun unuk besok. Karena sebenarnya kita telah 1 minggu tidak berkomunikasi. Mungkin ini yang bisa aku tulisakan untuk para pembaca Blogku. Aku akan menuliskannya saat kehadirannya benar-benar nyata atau hanya sekedar virtual.

Jumat, 10 Februari 2012

Ce Reve Bleu Part 9 Don’t Know

Saat ini entah apa yang harus aku tulis untuk Part 9 di Ce Reve Bleu, karena ini bukanlah hal yang ingin aku tuliskan. Sebenarnya apa yang harus aku tulis telah terjadi satu bulan sebelumnya. Hanya saja aku baru menuliskannya sekarang, entah apa karena aku yang terlalu sibuk, kehilangan kata-kata ataupun malas untuk menuliskan ini. Tapi aku hanya berfikir ini harus aku tulis karena hal itu adalah bagian dari Ce Reve Bleu yang aku alami.
Saat itu aku menikmati hari-hariku yang sangat pelik dengan beberapa urusan kantor yang membuatku gundah. Sore hari setelah aku pulang kerumah aku hanya merebahkan kepalaku di sebuah bantal yang menopangku saat aku lelah, untuk sementara bantalku yang paling setia saat ini menemaniku di kamar penantian. lucu sekali… Hingga akhirnya aku tertidur pulas, tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan selain tidur. Aku terbangun dengan alarm, entah siapa yang mensetnya. Saat aku menghidupkan laptopku ada sebuah email darinya yang selalu ingin aku baca, meskipun terkadang aku tidak tau harus membalas apa.
Aku langsung membuka email yang dia kirimkan padaku, dan saat aku membukanya sebuah uraian yang tidak terlalu panjang yang dia tuliskan untukku dimana dia menuliskan tentang pembatalan atau yang lebih tepatnya penundaan kedatangannya ke Indonesia. Membaca setiap kata yang dia tuliskan, aku semakin bingung. Bukan aku tidak memahami setiap kata, tapi ada beberapa masalah terkait dengan bank dan penukaran kartu kredit yang akan dia gunakan untuk mengurus semua pembayaran. Terbesit dalam otakku untuk hanya menuliskan kata-kata “No Problem” untuknya, karena memang tidak masalah bagiku dia mau datang atau tidak. Karena aku sendiri belum siap untuk melihatnya, karena bahasa inggrisku yang sangat kacau. Hehehe
Dari awal memang aku tidak mengharapkan terlalu besar dia datang ke Indonesia, yang aku rasakan adalah jika dia datang aku akan menerimanya dan jika dia tidak datang aku juga akan menerimanya. Hanya itu yang aku rasakan.
Aku adalah tipikal yang tidak pernah berani bermimpi, berharap dan mengharap. Mungkin banyak orang mengatakan mimpi adalah penting bagi semua kehidupan manusia dalam menjalani hidup, tapi bagiku mimpi adalah fana. Mungkin karena aku tidak berani bermimpi. Aku akan melakukan yang terbaik untuk semua keinginanku dan tujuanku bukan mimpiku, karena mimpi bagiku adalah bunga tidur. Saat semua tujuanku terwujud, aku baru berani menganggap itu adalah mimpi yang menjadi nyata atau lebih tepatnya kenyataan. Aku hanya mempunyai tujuan tapi tidak berani bermimpi.
Mungkin bagi banyak orang pemikiranku itu sangat aneh atau bertolak belakang dengan mimpi yang harus dimiliki semua orang, tapi tidak bagiku. Aku belum menemukan seseorang ataupun apapun yang membuatku berani bermimpi, karena aku terkadang berpikir, layakkah aku bermimpi dengan diriku yang seperti ini. Bagiku melakukan apapun dengan sebaik mungkin untuk orang yang kita cintai dan mencintaiku adalah hal yang penting daripada bermimpi dan memimpikan. Karena Cinta adalah tanggung jawab. Jika kita memiliki cinta apapun bentuknya kita tetap harus bertanggung jawab apapun itu.
Saat ini aku memilih sebuah jalan dimana mungkin itu akan menjadi sulit untukku, karena belum memilih jalan itupun aku sudah menumi kesulitan. Aku hanya berusaha semampuku dan menyerahkan semua kepada Allah. Sebuah Pendidikan Advokat telah aku pilih dan ingin aku jalani, untuk menjadi seorang Lawyer.
Tidak mudah memang menjalani sesuatu yang paling kita inginkan, karena memang kesulitan itu ada hanya untuk memberikan kita jalan menuju sebuah kenikmatan dan prestasi. Kita tidak akan merasakan kenikmatan jika tidak ada kesulitan, dan kita tidak akan menikmati kesulitan jika tidak ada kemudahan. Kedua hal itu memberikan kita jalan untuk menjadi seseorang yang selalu bersyukur dan berikhtiar (berusaha). Sehingga kita bisa bangga dengan diri kita sendiri.
Hm…. Mungkin aku menuliskan sesuatu yang diluar inti cerita. Tapi memang aku tidak tahu apa yang harus aku tuliskan. Mungkin juga tulisan ini tidak layak untuk dibaca. Tai aku hanya menulis. Dan aku hanya menuliskan ini…. Aku akan menuliskan Part demi Part karena aku masih melalui hariku dengan Cyril teman dunia mayaku, yang masih fana. hehehehe

Jumat, 13 Januari 2012

Ce Reve Bleu Part 8 What Is Religion?

     Masih dengan hari-hariku bersama teman dunia mayaku Cyril. Setiap hari selalu menghabiskan waktu dengan chatting di setiap malamku, tanpa absent sekalipun. Jika tidak bisa chat kita masih melanjutkan berbagi cerita dan informasi lewat email. Hm… beberapa minggu ini kami tidak pernah bertatap muka di skype itu semua karena dia selalu mempunyai acara diakhir pekan, karena selalu bertepatan dengan kunjungannya bersama keluarga, new year party dan natal (meskipun dia bukan pemeluk satu agama tapi dia menganggap natal adalah hari yang baik dimana semua keluarga dapat berkumpul dan bersenang-senang, makan malam bersama). Akupun juga demikian menghabiskan waktuku dengan aktivitas baruku dengan banyak berkas dikamar.
     Malam itu aku terlalu sibuk dengan berkas berkas dari kantor, aku biasa membawa pekerjaan dari kantor untuk aku kerjakan dimalam hari agar bisa datang terlambat kekantor. Begitu sulitnya aku bangun di pagi hari dan begitu segarnya mataku di malam hari. (andai saja aktivittas di dunia ini bisa di putar, malam untuk bekerja dan siang untuk tidur, hehehe) dari beberapa berkas yang aku bawa ada satu berkas kuno tahun 1965 yang membuatku bersin-bersin, kenapa aku harus menganalisa berkas sekuno itu. Hehehehe. Sambil menunggu jam 23 yang mungkin hanya berlangsung 15 menit untuk sekedar “say Hello” hehehe.
     Aku membaca berkas kuno itu dengan perasaan jengkel, berkas dengan kertas berwarna kuning, rusak, tinta luntur, kertas yang sudah dimakan ngengat, membuatku semakin kesal membacanya. Serasa aku membaca kertas bersejarah yang seharusnya sudah masuk museum, hehehehe. Melihat keponakanku tercinta Anin menggambar di aplikasi paint di laptop, sedikit membuatku terhibur dan membuatku tidak bosan. Saat aku melihat laptopku diatas meja. Tanpa sadar Cyril menyapaku, yang menandakan dia telah kembali kerumahnya. Aku menutup berkas tahun 65 dan menyingkirkan dari pandanganku.
    Hal yang menarik saat aku chat bersamanya, dia menunjukkan sebuah lagu yang kurang aku pahamin maksud dan artinya. Bagi Cyril, ini lagu kesukaannya dia menjelaskan ini lagu religi tapi tidak menunjuk satu religi pun. Aku menanyakan kepadanya, kenapa kamu memberiku lagu ini? aku menyampaikan perasaanku saat aku mendengarkan lagu itu dengan sangat jujur, karna yang aku rasakan adalah gundah dan seram dialunan musiknya. Dia meminta maaf soal lagu itu, aku mengatakan “no problem” kepadanya. Aku menjelaskan bahwa lagu religi itu harus menenangkan dan menyampaikan maksud yang indah. Dia memintaku mengirimkannya lagu religi. Aku memberikan lagu “Chosen One by Maherzain” penasaran aku menunggunya selesai mendengarkannya. Yang membuatku terperanjat karena dia menyukai lagu itu, dan sangat menyukainya. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia menyukainya. Cyril pun memberitahuku jika dia telah banyak bertanya mengenai islam kepada temannya sebelum dia bertemu denganku. Itu kenapa aku baru sadar kenapa dia tidak beragama tapi semua yang dia lakukan tampak seperti orang yang beragama. Terjawab sudah pertanyaanku. Cyril juga menanyakan beberapa hal mengenai ajaran islam kepadaku, yang terkadang aku meminta maaf karena aku sulit menjelaskan karena terkendala bahasa inggrisku yang buruk. Aku hanya takut saat aku menjelaskan dengan kemampuan bahasa inggrisku ini akan membuat dia salah paham. Lebih baik aku mengusulkan untuk menanyakan kepada temanya saja.
    Ada satu hal yang dia tanyakan kepadaku karena temanku tidak bisa menjawabnya. Aku menanyakan apa yang kau tanyakan kepadanya? Cyril menanyakan “What is religion?what is muslim religion? Dan temannya hanya tersenyum dengan pertanyaannya dan menceritakan tentang sejarah islam kepadanya. Saat aku dihadapkan pertanyaan itu, dan Cyril memintaku untuk menjawabnya. Hal yang aku pikirkan adalah cara apa agar aku dapat memberikan dia jawaban untuk itu. Saat itu terbesit satu cara di otakku, aku mengirimkannya sebuah lagu instrument kepadanya dan memintanya untuk mendengarkan dengan mata terpejam.  Instrument itu ada di Link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=cIlDAkKjoYc Saat dia selesai mendengarkannya, dia menanyakan kepadaku apa maksudnya aku mengirimkan lagu instrument itu. Kemudian aku memberinya pertanyaan, “apa yang kamu rasakan saat mendengar lagu itu?” Cyril menjawab “lagu itu begitu indah dan saat aku mendengarkannya hatiku tenang dan aku merasa ingin menangis di beberapa alunannya, ada sesuatu yang aku rasakan tapi aku tidak bisa menjelaskan kepadamu Ompy”.  Dengan pelan aku menjawab pertanyaannya di awal, “apa yang kamu utarakan adalah jawaban atas pertanyaanmu tentang apa itu agama dan apa itu agama islam Cyril, Agama adalah sesuatu yang kita rasakan jauh di dalam hati yang membuat kita tenang, merasakan ke indahan, dan kadang ingin menangis dan merasakan sesuatu yang menakjubkan dan kita tidak dapat menjelaskan rasa itu dengan lisan, itu kenapa kita tidak bisa menjelaskan dengan lisan apa itu agama, dan mustahil jika kamu mencari jawaban tentang apa itu agama dari secara lisan dari seseorang”.
     Saat aku memaparkan semua itu, hal yang tidak aku sangka dari respon Cyril adalah, “inilah jawaban yang aku cari” dan Cyril berterima kasih karena telah memberikannya jalan memahami pentingnya sebuah agama. Dia memtuskan untuk mendalami satu agama yang aku yakini adalah benar dengan mempelajari bersama temannya dan yang tentunya dia memintaku untuk selalu membantunya. Jika apa yang Cyril lakukan dan ceritakan kepadaku adalah kebenaran dan bukan suatu kebohongan yang hanya untuk menarik perhatianku. Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk mengetuk hatinya untuk meyakini satu hal yaitu agama yang membuat dirinya mampu untuk berdoa dan berharap, karena Allah menyayangi umatnya meskipun terkadang dia berpaling dariNya. Jika Cyril adalah seseorang yang nyata dan bukan hanya sekedar bayangan, aku berharap Allah memberikan petunjuk bagiku untuk membantunya. “Bissmillahirohmanirohim”
     Aku mengakhiri pembicaraan kami, karena aku sudah terlalu sangat capek, dan aku melihat Anin yang sudah tertidur. Aku menutup pembicaraan dengan menuliskan “aku selalu ada untuknya dan untuk membantunya memberikan jawaban” dan untuk pertama kalinya dia menjawab “Amin”.  Saat aku mematikan laptopku dan membaringkan badanku yang lelah ini ke tempat dimana aku menghilangkan rasa capek dan penatku, membuat aku sedikit berpikir satu hal. Saat seseorang yang tidak memiliki keyakinan, Allah akan memberikan petunjuk itu kepadanya untuk dia jadikan jalan meyakini Tuhan. Tapi saat petunjuk itu diberikan tapi dia menutup mata dan berpaling, itulah kesalahan awal yang dia buat untuk disesali. Jadi teringat, Agama tanpa Ilmu itu Pincang dan Ilmu tanpa Agama itu Buta.
Aku selalu berprasangka positif terhadap seseorang, dan aku berharap Cyril akan menemukan jalannya untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi.

                                                                                                       To Be Continue in Part 9;)