Kamis, 01 Desember 2011

Ce Reve Bleu Part 1 Romance Scammer

Part 1
Romance Scammer

Liar
      Suasana masih penuh haru dirumah melepas kepergian kakak ku untuk meraih gelar S3 di Universitas Washington Amerika. Agar my Mom tetap dapat berkomunikasi dengan baik dengan kakakku, aku membuat akun Skype untuk Mom. Skype memang pilihan terbaik untuk berkomunikasi menggunakan video, sehingga Mom sangat menikmati komunikasi dengan kakak ku dengan kualitas video yang baik, dan rasa kangen pun terobati. Hari demi hari di minggu pertama kakak ku, Mom menghabiskan waktunya hanya untuk Skype, mungkin karena Mom masih merasa sangat kehilangan. Aku hanya bisa membantu mengoprasikan Skype untuk Mom, karena Mom sangat sulit mengikuti perkembangan tekhnologi yang telah secanggih ini, hingga jarak pun tidak menjadi batas untuk saling menatap, dan berbicara. Hehehehe aku sendiri masih bertanya-tanya kok bisa ya tekhnologi semakin secanggih ini, mungkin memang otakku aja yang dangkal, atau memang aku aja yang gaptek (gagap tekhnologi) :)
      Mom bericara asyik dengan kakak ku menunjukkan suasana disana yang aku rasa masih lebih indah eropa yang begitu romantisnya, hehehehe itu karena kakak ku sebelumnya pernah mendapat beasiswa S2 di Belanda. Canggih benar otak kakak ku ini, bisa keliling dunia dengan hanya bermodalkan otak yang jenius. Pengen rasanya seperti itu, mungkin bagiku hanya mimpi bisa sekolah di luar negeri, itu karena Bahasa Inggris ku yang sangat poor, malas update vocabullary sich...hehehehehe. Tapi gk apalah, cari rezeki ilmu di Indonesia aja, heheheh :0 Uupz, kok malah cerita ini, hehehehe oke lanjut aja ma cerita ku. Mom mengakhiri pembicaraan dengan kakak ku karena kakak ku harus pergi tidur, karena dia harus mengikuti jadwal perkuliahan yang padat besok pagi. Mom memintaku untuk mematikan Laptop karena laptopku sudah sangat panas, karena memang telah digunakan berjam-jam lamanya bahkan hapir setengah hari. Kalau gini terus perlu biaya untuk service nieh...qiqqiqiqiq. Saat aku mengecheck akun Skype milik Mom, aku melihat permintaan pertemanan yang sangat asing bagiku, karena dia seorang pria kulit putih (Foreign People di Indonesia disebut Bule) aku berpikir dia pasti nyasar ke akun Skype milik Mom. Saat aku melihat profilnya tampak seseorang berbadan besar berkulit putih dengan seragam soldier dari Amerika bernama Morris Miller,lelaki berumur 43 tahun yang berasal dari Amerika. Tidak pikir panjang dan selalu berprasangka positif aku menerima ajakan pertemanannya di Skype. Setelah aku memasukkan profilnya di daftar kontak Skype milik Mom, dia menyapaku dengan bahasa inggris. Agak kikuk dan aneh karena aku tidak pernah chat dengan orang kulit putih, aku hanya membalas sapaannya dengan keterbatasan kemampuan bahasa inggrisku yang sangat pas-pasan.  Disaat inilah bahasa inggrisku akan di uji langsung dengan Orang Bule nya..hahahahaha......
      Aku menikmati percakapan itu dengan orang asing tersebut, dia mengira aku adalah Mom wanita berumur yang mempunyai usaha restoran kecil yang menjual satu jenis makanan. Aku menikmati percakapan itu sebagai Mom. Dia menceritakan banyak hal yang membuatku sangat tertarik. Dia meceritakan banyak tentang dirinya. Dia mengaku sebagai Jendral yang sedang ditugaskan di Afghanishtan, dia menceritakan bagaiamana keadaan di Afghanishtan. Aku senang dapat mengetahui keadaan Afghanishtan langsung dari tentara amerika yang ada disana. Hari demi hari aku menikmati cerita-ceritanya termasuk Cerita tentang statusnya yang duda dengan satu anak laki-laki berumur 13 tahun yang dia sekolahkan di UK. aku sangat bersimpatik dengan cerita-ceritanya yang menarik perhatianku. Saat aku berbicara dengannya sering sekali aku buka Google Translate, malu-maluin aja aku ini...
      Percakapanku dengan dia berlanjut hingga tiga hari dengan cerita yang berkembang kemana-mana. Tidak enak hati rasanya berbohong terlalu lama karena memang aku tipe orang yang selalu gagal saat berbohong, gak bermaksud munak tapi memang aku selalu ketahuan bila berbohong, itu apa aku yang bodoh atau orang yang aku bohongi terlalu pintar, hehe. Sampai pada akhirnya aku mengaku bahwa aku bukanlah Mom yang selama ini dia anggap, aku keponakan yang sudah seperti anaknya, dan menjelaskan semua identitasku. karena memang aku tidak bisa berlama-lama dalam kebohongan. aku menjelaskan semuanya tentang akun Mom dan aku telah memberikan akun Skype ku yang sebenarnya. Aku mengira dia marah dengan kebohonganku, ternyata dia memaafkanku dan memintaku untuk jangan mengulanginya lagi. Aku berpikir orang ini pemaaf sekali, dan mudah memaafkan, jika aku di posisi dia aku gak akan maafin. emang sich memaafkan itu baik, tapi gimana ya.... tetap aja bohong itu gak baik, apapun alasannya.hm... Hingga sampai akhirnya dia menyampaikan maksudnya untuk ke Indonesia setelah berakhir masa tugasnya di Afghanishtan. Aku menerima dengan senang hati, karena aku pikir tidak buruk jika mempunyai teman orang asing.
      Keesokan harinya saat aku berkomunikasi banyak dengan kakak ku, aku menceritakan pengalamanku kepadanya. dan dia hanya memberikanku saran, hati-hati banyak tentara di Amerika yang mengalami tekanan emosional, karena buruknya kondisi Afghanishtan. Saat itu aku tersadar dan bangun. Aku harus selalu berhati-hati tidak boleh mudah larut dalam suasana. Dan saat itu aku harus menjadi detektif untuk diriku sendiri. Kemudian, pada Akhirnya aku mencari segala informasi tentang tentara Amerika di afghanishtan dan aku mencari data dan informasi tentang siapa Morris itu sebenarnya. Tersentak kaget luar biasa saat aku sampai di sebuah informasi dan artikel tentang Romance Scammer, wouw......
      Semalam penuh aku mencari informasi mengenai dirinya, lalu aku sampai disebuah situs pelacakan Profil Romance Scammer di dunia. Dan saat aku memasukkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memudahkan situs itu melacak kebenaran dari seseorang di dunia maya,tersontak kaget luar biasa saat aku melihat dia menjadi data scammer di website itu, Apa yang tertuliskan disana sesuai dengan apa yang dia ceritakan kepadaku. dengan beberapa comment para korbannya. Dia memang berniat membuat wanita tua tak berdaya untuk jatuh cinta dan mau melakukan apapun untuk membuat korbannya melakukan apa saja untuknya temasuk mengirimnya sejumlah uang. Terjawab semua pertanyaanku tentang siapa Morris sebenarnya. Hati-hati ya buat tementeman yang lain ma Romance Scammer kayak ini...
      Saat aku mendaftarkan diri di website tersebut untuk dapat memberikan comment tentang cerita yang aku alami, agar tidak ada korban lainnya. aku melihat sebuah situs resmi Cupid untuk para wanita atau lakilaki yang ingin mendapatkan teman orang asing. Awalnya aku ragu, aku masih trauma dengan kejadian Morris si Jendral gadungan. Tapi aku pikir coba-coba, hanya bertujuan untuk melihat ada apa diluar sana, tempat dan orang-orang asing yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Aku hanya berfikir, aku menggunakan akun itu hanya untuk melatih bahasa inggrisku agar jauh lebih baik. karena bahasa inggris itu hanya masalah praktek. Hingga saat itulah aku memutuskan untuk membuat member disana. Situs Cupid yang sangat resmi dan selectif dimana saat mendaftar, profil kita tidak langsung digunakan karena masih ada pengecekan ulang untuk mengantisipasi Romance Scammer seperti halnya Morris. Aku menanti memberku aktif dan dapat aku gunakan, aku perlu menunggu 24 jam untuk dapat konfirmasi ulang. Gak ada niat buruk lho aku ikut di website itu...sungguh..hehehehe
      Malam itu Si Morris gadungan online dan menyapaku di Skype, geram rasanya saat aku melihat foto Profilnya. Dan aku mengerjainya dan juga ingin tahu sejauh mana dia berohong...aku mengerjainya dengan menanyakan semua terkait Afghanishtan dan ketentaraan karena saat aku melacaknya aku mempunyai banyak pengetahuan tentang keberadaan disana. Dan ternyata apa yang dia sampaikan tidak sesuai dengan kebenaran yang ada. Dasar scammer jelek..Dan pada akhirnya emosiku memuncak, aku menanyakan tentang Romance Scammer padanya, dan akhirnya dia berpura pura bahwa ada suasana genting dan tidak menjawab pertanyaanku. Hingga saat itu dia tidak pernah online di Skype. sejak itulah aku mendapat pelajaran untuk selalu berhati-hati.
Internet memang diciptakan untuk memudahkan kita melihat perkembangan dunia, tapi tetep aja selalu aja niat buruk didalamnya, pokoknya tergantung diri kita sendiri jangan sampai mudah tertipu dengan makhluk maya disitu, hm....jangan juga terjebak dalam suasana dunia maya, kata bang napi Waspadalah...Waspadalah... Kejahatan selalu ada di sekitar kita, depan belakang, kanan, dan kiri..hohohoho..

To be continue in Part 2 (Cupid Website For First) :)


3 komentar:

  1. ceritanya real bgt..,but a little bit 'kaku'...
    hehe...:)

    BalasHapus
  2. gak lah....tambahi percakapan ja mbak seprti si guru dan si murid biar agak hiduo....kilu perlu ditambah sedikit yang gak real tpi jangan merubah inti crita dan pesan yang mbak ingin sampaikan

    BalasHapus
  3. tambah manep ae rek......mbak.eeee ganti background....aku tunggu janji itu7 ya wkwkwkwkwk traning dulu aku.....sebulan biar bisa...

    BalasHapus