Minggu, 18 Desember 2011

Ce Reve Bleu Part 5 Flower From French Man


       “Sun” adalah sebutan yang sangat membuatku tersanjung, karena aku bisa menjadi matahari bagi seseorang. Entah itu hanya pujian, pemanis, atau rayuan semata, tapi yang jelas “Sun” memiliki makna yang menakjubkan, karena “Sun” sumber kehidupan, semua butuh matahari untuk banyak hal. Aku teringat filosofi kesetiaan yang dia gunakan saat aku melihat gambar bunga matahari dan matahari itu sendiri.
Sore hari terasa sepi bagiku, melihat keluar jendela suasana begitu mendung dan terlihat rintik hujan yang membuat dedaunan di halaman depan menjadi basah namun masih tampak terlihat segar, suhu ruangan juga berubah dingin. Lengkap sudah suasana rumah saat ini, karena semua anggota rumah pergi kerumah kakakku di Lamongan. Aku sengaja tinggal dirumah karena ada sesuatu yang harus aku lakukan disini, yang memaksaku untuk tinggal, mungkin hanya sementara aku sendiri karena sepupuku masih mengikuti kuliah di kampusnya, mungkin sebentar lagi meme pulang. Menghabiskan waktu sambil menonton TV memang paling jitu untuk menghapus rasa kesepian, dengan beberapa cemilan yang sengaja aku beli, karena aku sering sekali lapar. Channel andalan (FoxCrime) yang telah aku pilih menjadi obat mujarab untukku. Saat aku menonton dengan khusyuk karena acara televise itu sangat menarik, penuh misteri dan membuatku ikut berfikir, tiba tiba terdengar ketukan pintu yang sangat keras, jujur merinding, dan sedikit ketakutan, penuh tanda tanya siapa yang mengetuk pintu begitu kerasnya, tidak mungkin meme (sepupuku) yang mengetuk, karena jika meme dia pasti mengetuk pintu belakang.
Ketakutan mulai menyerang saat ketukan kedua semakin keras, dan membuat jantungku berdebar kencang, (apa iya perampok datang jam 5 sore?????). memberanikan diri untuk mengintipnya dibalik kelambu. Tampak seorang wanita jangkung, kulit putih, tinggi besar, stylist, dan tampak seperti bukan orang sembarangan, dengan mobil Honda Jazz yang dia parkir di depan rumah, aku mengira dia pasti salah alamat. Saat aku membuka pintu, dengan senyum ramahnya (berbeda sekali dengan cara dia mengetuk pintu), saya pengantar bunga untuk “Ompy Hanum”, Bunga??? Aku kaget setengah mati, pasti salah orang. Dia menunjukkan selembar kertas yang tertulis namaku dan alamat yang jelas-jelas alamatku. Aku mengangguk karena masih shock, dan hanya melihat dia mengeluarkan buqet bunga dan sekotak coklat dengan bentuk hati (buket bunga yang besar bagiku, sebelumnya aku belum pernah mendapatkannya, ini pertama kali dalam hidupku). Wanita itu meminta aku menandatangani tanda terima kemudian memberikan bunga dengan sekotak coklat. Saat melihat wanita itu pergi, aku masih tidaj percaya dengan apa yang ada di tanganku. Segera masuk kedalam rumah dan kemudian meletakkannya di atas meja dan memandanginya dengan penuh tanda Tanya.
Tampak sepucuk kertas yang bertuliskan pengirim bunga itu, saat aku baca “For My Sun” dan tertulis “From Your Sunflower” Cyril Belliard. Jantungku berdetak keras dan masih dengan kondisi kaget, Cyril mengirimkanku buket bunga dengan coklat??????? Aku terkesima dengan apa yang dia lakukan. Mungkin bagi banyak orang hal ini adalah hal yang biasa, tapi bagiku hal ini mampu membuatku kaget luar biasa. Ditengah kesepianku dan suasana mendung dan gerimis, tampak sebuket bunga tersenyum padaku untuk menghiburku, mulailah aku tersenyum dan bangun dari perasaan shock. Aku mengambil HP untuk mengambil kamera untuk menunjukkan bunga itu kepada Cyril. Aku menulis email untuknya dan melampirkan foto itu, dan mengucapkan terima kasih. Bisa saja aku menunggu karena hari ini tepat weekend dan kami biasa menghabiskan waktu dengan skype. Tapi nyatanya aku tidak sabar, dan terburu-buru menuliskan email untuknya.
Meme datang dengan kondisi sedikit basah kuyup karena memang cuaca di Jember turun hujan. Aku berlari menyambut meme datang (padahal aku tidak pernah menyambutnya saat dia datang, wkwkwkwkwk). Bisa dibayangkan sendiri apa yang dilakukan oleh sesama wanita saat punya cerita yang menarik dan diperbincangkan, hehehehe. Aku mengajak meme untuk melihat kamarku, dan menunjukannya. Surprise…. Dia kaget juga, dan tidak percaya dengan apa yang di lakukan Cyril saat itu adekku randy juga datang. Lengkap sudah untuk mengeksplor cerita bersama tiga gadis, hehehehe. Randy dan meme masih tidak percaya. Akupun juga menyampaikan ketidak percayaanku dengan bunga itu. Pertama kali juga bagi mereka menatap sebuket bunga dengan sekotak coklat bentuk hati yang pengirimnya adalah French Man. Mereka mengabadikannya dengan berfoto berama bunga itu, dan aku asyik dengan laptopku untuk mengecheck apakah dia telah online.
Sambil menunggu kami bertiga berbincang mengenai peristiwa ini, Bagiku dan bagi 2 saudaraku ini kejutan yang luar biasa, tapi tetap waspada karena kita masih tidak mengenal Cyril, membicarakan untuk tidak mudah jatuh dalam suasana seperti ini. Yupz… benar pengendalian perasaan memang sangat penting, untuk tidak terjebak dalam suasana yang belum kita kenal sebelumnya, dan menghindari untuk tersesat dalam suasana itu. Aku, meme, dan Randy melatih untuk tidak mudah jatuh dalam suasana yang masih asing untuk kita. Belajar melatih dan mengendalikan perasaan, menyeimbangkan perasaan dan akal meskipun kadang terlalu sering kami gagal dalam mengendalikan dua hal itu. Hehehehehe Saat kami asyik bicara terlihat Cyril online di Skype dan bergegas aku menyapanya.
Kami pun online di Skype dan aku menunjukkan buket bunga yang dia kirimkan padaku, dia melihatnya dan senang karena bunganya telah sampai ditanganku. Aku mengucapkan banyak terima kasih dan menanyakan kenapa dia mengirimkan bunga kepadaku. Dia menyampaikan bahwa dengan memberikanmu sesuatu kepadaku itu membuat dia dekat denganku, dan merasa dia bisa memberikan bunga itu sebagai bagian dari hatinya yang sangat ingin dia tunjukkan padaku. Dia juga mengatakan bahwa dia ingin selalu memberikan kejutan padaku dan ingin selalu menjadi kejutan untukku (dia pernah menanyakan di email apakah aku wanita yang suka kejutan, dan aku mengatakan “ya”). Dan dia ingin menawarkan yang lainnya padaku. Tapi aku mengatakan kepada Cyril, untuk saat ini jangan mengirimkan apapun, karena aku belum layak dan tidak mau dianggap sebagai wanita yang mudah menerima pemberian dari orang lain. Dia sedih saat aku mengatakan itu. Karena dia hanya ingin memberikan apa yang ingin dia berikan untuk menyenangkan dirinya sendiri, dia hanya ingin merasakan dekat denganku saat aku menerima apa yang ia tawarkan. Aku jadi serba salah dan bingung harus bagaimana menghadapinya???? (pembaca blogku kasih saran ya??? Tulis di comment atau emailku, terima kasih). Dia tidak mendengarkan apa yang sudah aku jelaskan, dan dia meminta maaf karena untuk hal ini dia akan egois dan tidak bisa menuruti apa yang aku mau, dia ingin mengirimkan sesuatu untukku. Cyril mengatakan “aku tidak pernah menganggapmu wanita seperti itu karena kamu tidak pernah meminta apapun dariku, aku hanya ingin memberimu sesuatu hanya untuk menyenangkanku”(dia menulis pakek bahas inggris tapi aku translate ke Indonesia, hehehe). Aku jadi bingung harus apa dan bagaimana menghadapinya, karena sungguh aku hanya merasa tidak layak menerima apapun dari dia karena aku belum sepenuhnya mengenalnya.
Kami memutuskan membicarakan hal lain, karena kami belum menemukan kesepakatan untuk tidak mengirimkan apapun kepadaku, dia begitu egois dalam hal ini. (keras kepala hanya untuk memberikan apa yang ingin dia berikan itu keras kepala yang baik, mungkin karena aku yang tidak enak hati, hehehehe). Semakin sering kami bicara dan menghabiskan waktu bersama membuatku sedikit tahu mengenai siapa Cyril, meskipun aku merasa dia begitu asing bagiku dan akan tetap demikian hingga aku tahu dia di dunia nyata dan bukan hanya di dunia maya. Bukan karena kita tidak mengenalnya dan menganggapnya asing lantas kita berpikiran buruk kepadanya. Seperti halnya aku sekarang dengan apa yang Cyril lakukan dan Cyril katakan membuat aku tetap berpikir positif, karena memang kita harus berpikiran baik kepada semua orang tapi tetap waspada. Itulah yang aku lakukan sekarang.
Waktu begitu sangat cepat berlalu saat aku menghabiskan waktu bersama di Skype, karena memang benar kita membicarakan banyak hal yang menarik. Hingga pada saatnya dia memberikan kejutan kata-kata yang membuatku kaget dan penuh tanda Tanya dan ketidakpercayaan. Meskipun kadang aku tidak percaya kepadanya, tapi aku menikmati waktuku saat aku bersamanya, karena aku tetap berpikir positif kepadanya. Dan ada kata yang paling mengejutkanku dan sangat mengejutkanku, dan membuat aku sulit untuk mempercayainya, karena aku mengendalikan perasaanku dan menjaga hatiku untuk tidak terbang jauh dan tinggi, hingga tepat pada waktunya hatiku mempunyai sayap yang kuat dan kokoh untuk keluar dari sangkarnya dan terbang tinggi dan jauh. Untuk tetap diatas dan bertahan dengan sayap kuatnya. Aku akan mengatakan kata itu di Part 6, tapi aku tetap tidak memberikan judul untuk bagian ke enam karena masih aku rahasiakan, dan aku akan posting nanti.

                        To Be Contunue in Part 6 ;)

2 komentar:

  1. hmm..

    great!
    kali ini benar2 mengalir..
    dari paragraf pertama sampai akhir..:D

    sejauh aku baca,
    g keliatan ada pengulangan kata..^_^

    BalasHapus
  2. bgus keren kok.....sangat dinamis n pembaca bisa langsung membayangkan apa yang terjadi.....

    so sweet...hahahaah,....

    ya mang gak boleh ketinggian takutnya gak bawa parasut....wah bisa bahaya tu wkwkwkwk

    BalasHapus