Saat sayap
cinta tak mampu terbang tinggi, janganlah melepaskannya, saat cinta belajar
mengepakkan sayapnya jangan pula menahannya, dan saat tiba waktunya sayapnya
kuat untuk terbang biarkan dia terbang dan hinggap bersama dengan cinta yang
telah dipilihnya.
Waduch… kok
aku jadi sok romantis ya, hehehehe. Pagi ini aku bangun dengan perasaan yang
bagitu baik. Melihat sebuket bunga terpajang di ujung tempat tidurku. Jujur
sebetulnya aku wanita yang bukan penyuka bunga dan boneka, mungkin karena
memang aku masih mempunyai sifat-sifat tomboy sejak aku duduk di bangku SMP.
Tapi sekarang aku mulai berubah dengan beberapa pernik pernik yang biasa
digandrungi wanita pakai, aku juga ikut memakainya, seperti gelang feminim,
anting, dan cincin bentuk bunga. Hm… tapi ada yang tidak bisa dirubah, aku
masih senang berteman dengan laki-laki daripada berteman dengan perempuan.
Masih dengan
weekend weekend bersama Cyril, hehehehe karena begitu banyak cerita yang
menarik saat aku bertemu dengan Cyril di Skype. Pagi ini Aku melakukan banyak
pekerjaan sebagai seorang wanita dirumah, membersihkan rumah, membersihkan
kamar, dan menghabiskan waktu bersama ponakanku Anin, si kecil 5 tahun yang
lucu, pintar, pengertian, dan kadang selalu ingin tau urusan orang dewasa,
mungkin karena hanya dia anak kecil yang ada di rumah. Sehingga Anin selalu mendapatkan perhatian yang besar
dari semua anggota di rumah, ada yang memanjakan, tegas, dan ada juga yang
pasif seperti meme sepupuku (Sebutan bibi di rumah adalah Cik). Apa yang aku
suka, Anin juga suka mungkin memang karena Anin selalu menghabiskan waktu
bersamaku.
Di sore hari
yang mendung, Anin merengek pada bundanya untuk makan malam di Café Favoriteku
dan Anin, mungkin karena bundanya (kakakku juga) memang tidak betah dengan
rengekannya, akhirnya menyetujui. Kita sekeluarga sepakat untuk makan malam di
luar, hem………. Aku senang karena makan malam dengan keluarga adalah acara yang
sangat luar biasa untukku. Tapi aku teringat Cyril, di Hari Minggu dia biasa
online lebih awal, aku mengirimkan email jika aku ada acara keluarga, dan akan
online sepulang dari makan malam. Pukul 7malam tepat kami berangkat, aku
memutuskan untuk membawa laptop mungkin saja, aku bisa chat disana sambil
menunggu pesanan kami ada di atas meja.
Saat aku,
Anin, Kakakku, Kakak Iparku, Mom, dan sepupukt Meme tiba di sana, kami
berpencar sebentar, Mom dan kakakku memutuskan untuk melihat-lihat di lantai satu
yang kebetulan menjual berbagai pernak-pernik, baju dan sebagainya. Aku, Anin,
Meme dan Kakak Iparku memutuskan untuk langsung ke Café di lantai dua. Kami
memilih meja keluarga dengan sofa den meja yang besar dekat dengan panggung live music, dengan penyanyi yang cukup ganteng dan menarik, hehehehehe (hanya memuji
kok, gk Genit Lho…). Sambil menunggu para ibu-ibu di lantai satu berbelanja,
aku membuka laptopku untuk meluncur ke Ym, hehehe, mungkin saja dia online
juga. Dan benar ternyata dia online, dan aku menyapanya “Hi Cyril” hehehehe,
kami chat dan aku meceritakan bahwa aku di café sekarang, dia senang aku punya
acara keluarga. Mungkin karena di Paris
dia tinggal sendiri dan jauh dengan keluarganya. Aku menghiburnya dengan
mengatakan hal-hal lucu yang membuatnya tertawa. Hingga tidak terasa Mom dan
Kakakku datang. Kita memesan makanan sangat banyak, berbicara dan mengobrol,
disamping aku juga chat bersama Cyril. Karena pada saat itu Anin sangat senang
saat aku Chat dengan Cyril. Anin mengira dia adalah orang Box Office (Anin
menyebut itu karena sering menonton program Box Office yang menampilkan film
mancanegara).
Sambil
menunggu hidangan datang, aku Chat dan hingga pada akhirnya makanan yang kita
pesan datang, aku menyampaikan pada Cyril jika aku siap menyantap makanan di
atas meja, dia pun memintaku untuk mulai makan bersama keluarga dan
membiarkannya sementara waktu. Kami menyantap semua di atas meja, karena memang
aku orang yang paling lapar disana, hehehe. Aku dan Anin memesan minuman yang
sama, yang menjadi favorite kita, hehehehe. Hingga pada akhirnya makanan kita
habis dan hanya terhidang makanan penutup, yang kita makan sambil menikmati
alunan music yang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi berbakat di kotaku. Aku
melanjutkan Chat sementara semua keluargaku menikmati alunan music itu. Saat aku
chat, Cyril memintaku untuk menghidupkan cam di Skype, dia ingin melihat
suasana disana, menikmati dan mendengarkan musik Indonesia meskipun dia sendiri
tidak tahu artinya. Aku menyanggupinya, dan menghidupkan cam di laptop. Akhirnya
kita online dengan video , aku memutar laptopku untuk menunjukkan
sekelilingku di café. Sementara Anin ingin menyapanya juga, aku memberikan
laptopku ke Anin untuk memberikan kesempatan mengucapkan kata “how are you” ke
Cyril. Sementara itu aku menghabiskan kentang gorengku dengan pancake coklat.
Anin berceloteh,
sementara Cyril tidak memahaminya, hehehehe tapi aku mengajari Anin untuk
mengucapkan kalimat dalam bahasa inggris, sangking hebohnya Anin dan Cyril di
Skype hingga membuat beberapa waiter and waitress disana mondar mandir sambil
mengintip dari belakang, untuk mencari tahu siapa seseorang di balik laptopku.
Hehehe. Hingga pada akhirnya ada Manager Café itu menghampiri aku dan Anin
sambil berkata, bahwa dari sejak kami datang dia mengira Anin adalah keturunan
orang luar negeri, dan anehnya dia mengira Cyril yang ada di video itu adalah
Ayahnya, (hahahahahaha). Sontak kakakku tersenyum, aku hanya angguk-angguk
kepala, hehehehe. Cyril meladeni celotehan Anin dengan sabar, dan menunjukkan
wajah foolnya ke Anin dan membuat Anin tertawa terbahak-bahak hingga rasanya
hanya meja kami yang gaduh dan menarik perhatian pengunjung di sana. Anin dan Cyril juga sempat menari
mengikuti alunan music yang sangat ceria, cocok sekali dengan suasana mereka
berdua, Anin Dance dan Cyril pun dance di dalam video call itu. Aku dan
keluargaku hanya tertawa melihat Anin. (Keluargaku tau tentang Cyril,
tapi tidak terlalu banyak karena mereka hanya menganggap Cyril hanya teman
Chatku dan teman yang membuatku melatih bahasa inggrisku). Waktu semakin larut
dan Aku dan keluargaku memutuskan untuk pulang. Aku menyampaikan pada Cyril,
untuk melanjutkan Skype saat aku sampai rumah.
Mobil melaju
dengan kecepatan sedang dan saat aku dan keluargaku sampai dirumah, tempat yang
aku tuju hanya kamarku karena memang aku sudah janji dengannya untuk online
sesampainya dirumah. Aku menghidupkan Laptopku dan mulai melanjutkan obrolan
yang sempat terputus. Cyril membicarakan anin dan menanyakan banyak hal tentang
Anin, Cyril memintaku untuk menceritakan semua tentang Anin. Dia tertawa saat aku
menceritakan tingkah laku Anin yang kadang usil dan membuat aku jengkel. Cyril
teringat dengan keponakan perempuannya sendiri yang juga seumuran dengan Anin.
Cyril merindukannya, karena memang tingkah laku Anin mirip sekali dengan
keponakannya. Dia memutuskan untuk mengambil weekend untuk mengunjungi
keluarganya minggu depan. Dan dia menanyakan apakah aku keberatan jika akhir
pekan kita tidak ada untuk beberapa waktu, justru aku memberinya semangat untuk
pergi mengunjunginya agar dia tidak terlalu merasa kesepian Karena jauh dengan
keluarganya. Waktu bersama keluarga memang harus kita berikan, karena keluarga
sangat penting.
Selesai sudah
aku membicarakan Anin, karena dia ingin mengatakan sesuatu yang penting padaku.
aku sendiri tidak tahu apa yang ingin dia katakan. Karena dia begitu serius dan
sangat menunjukkan wajah yang sangat seriuz, dia mengambil sesuatu di tasnya,
dan menunjukkan padaku sesuatu yang tampak seperti buku kecil. Saat mulai dia
tunjukkan dekat dengan camnya, ternyata itu sebuah Passport. Aku menanyakan apa
maksudnya, dia mengatakan jika dia telah siap untuk datang ke Indonesia,
semua document yang diperlukan telah siap. Kaget, bingung, shock, dan
kelimpungan saat dia mengatakan itu. Dikepalaku hanya ada pertanyaan besar
dengan banyak keraguan.(Cyril ke Indonesia?????????)). Dan yang
membuatku terkaget-kaget dia ingin datang di bulan Februari 2012, tepat di hari
Ulang Tahunku. Semakin kelimpungan aku dibuatnya, aku juga bingung apa yang aku
lakukan saat dia datang, mulai dari bahasa dan bersama orang asing di kotaku,
mungkin aku akan menjadi pusat perhatian saat aku bersamanya. Dia telah
menyiapkan segalanya untuk datang ke Indonesia,
hanya saja dia kesulitan tentang booking hotel yang semua website tentang hotel
yang ada di kotaku hanya ada dalam bahasa Indonesia. Aku membantunya untuk
mentranslatenya dalam bahasa inggris, dan mencari link untuk hotel dengan web
bahasa inggris. Aku masih tidak bisa percaya dia akan datang di hari ulang
tahunku. Saat itu dia membicarakan tentang semua planingnya untuk di Indonesia, dia
ingin menghabiskan waktu liburannya bersamaku dan bersama Anin, karena dia
sangat terkesan dengan Anin. Cyril juga ingin mampu memberikan Belgian Coklat
untuk Anin, dan yang membuatku terkesima adalah dia mengambil tambahan jam kerja
untuk mendapatkan tambahan hari libur dan uang bonus untuk dapat mempunyai
waktu bersamaku di Indonesia.
Sebegitukah
Cyril kepadaku, membuat aku semakin wondering dan penuh dengan perasaan
penasaran dan ketidak percayaan. Apa benar Cyril akan datang??? Dan apa benar
aku akan mampu melihatnya dalam nyata???? Dan apakah yang akan aku lakukan
bersamanya saat dia telah benar-benar di kotaku dan dihadapanku????????? Semua
pertanyaan tentangnya begitu banyak, hingga membuat pikiranku kalang kabut.
Cyril hanya mengatakan bahwa kehormatan baginya saat dia bisa dan mampu
melihatku, berbicara, dan menghabiskan waktu bersamaku.(Owh…French Man). Dia
merubah rencananya yang diawal ingin ke Taiwan
untuk mengunjungi sahabatnya, tapi dia ingin sebelumnya melaksanakan Big Plan
untuk ke Indonesia.
Aku menanyakan apakah dia tidak takut tersesat di Indonesia apakah tidak berat
untukmu datang ke Indonesia, dan dia hanya menjawab dengan simple but wonderful
“I have you in my heart” dan dia tidak takut tersesat, dan hal yang berat
menjadi mudah untuknya. (apa yang dia katakana membuatku semakin heboh). Akhirnya
kami menghabiskan waktu dengan membicarakan rencana-rencana saat dia datang, dia
juga ingin dapat mengunjungi café favorite ku bersama anin, dia juga ingin tau
tempat dimana aku besar, makan makanan yang aku suka dan melakukan semua hal
yang selalu aku lakukan. Saat kita membicarakan itu yang ada di otakku hanya
ada perasaan percaya dan tidak percaya. Ingin percaya tapi takut, Ingin tidak
percaya tapi rasanya aku ketrlaluan kepadanya. Seperti di awal yang aku tulis
di Part 6 ini, itulah yang ingin aku lakukan. Hanya ada perasaan gundah gulana
dalam hati dan otakku, dan mungkin akan terjawab Februari nanti saat dia benar-benar
datang dan bukan hanya dalam Cyber Word.
To Be Continue in Part 7 :)

ceritanya menarik,..^^
BalasHapustapi.....
ada pengulangan kata lg cik py..
hehe,..
(mungkin krn nulisnya terlalu semangat ya?)
di tunggu lo,part 7nya..
penasaran niii..qiqiqiq..:D
critanya bagus kok mbak.....semoga yang terbaik ntar yang terjadi...heheheh amin.....
BalasHapuscafe S.... ya mbak wah keren juga tu buat idner berikutnya
maksudku diner mbak heheheh
BalasHapushehehehe....
BalasHapusTerima kasih terima kasih atas komentatornya...
buat Ciek mey, Please wait for Part 7,hehehehehe
Buat Dwi, sip... Cafe S, siap dikunjungi untuk dinner berikutnya,
siap laksanakan
BalasHapus