Senin, 26 Desember 2011

Ce Reve Bleu Part 7 Mademoiselle Hanum Ompy

Kegalauan yang aku rasakan mulai sirna saat aku memutuskan untuk mempercayai semuanya, saat dia benar-benar ada di hadapanku dalam dunia nyata. Menyaksikan dirinya dengan mataku sendiri tanpa perantara screen atau yang lainnya. Itulah yang menjadi pegangan untukku agar aku mampu mengartikan segala sesuatu yang aku alami saat ini. Mempunyai alasan yang tepat untuk memutuskan segala sesuatunya, tanpa itu aku hanya mengartikan sebagai bayangan yang selalu mengikutiku, tanpa tau arti dan maksudnya meskipun semuanya telah di utarakan secara terbuka olehnya.
     Pagi ini aku bangun dengan mata yang sangat berat, terasa ada yang mengelem mataku dengan lem yang super rekat. Badanku terasa berat, aku merasa memiliki bobot 1000 pounds, dan terasa memikul batu yang sangat besar. Terasa sangat lelah dan ingin sekali menghabiskan hariku dengan tidur. Aku mematikan alarm HPku dan menstel ulang 30 menit lagi dengan volume maksimal (aku biasa mengeraskan volume HPku karena aku susah sekali untuk bangun, hehehe). Mataku mulai terpejam, rasanya sangat nikmat sekali, tidak butuh waktu lama aku tertidur pulas. zzzZZZZzzzz Krrriiiinnggggg……
     Wouw, kaget rasanya karena saat itu telingku tepat di dekat HPku, rasanya mataku semakin berat dan sepertinya aku aku mengalami sakit kepala, karena aku bangun dengan keterkejutan. Hoam….kusambar handukku dan berjalan ke kamar mandi sambil terhuyung huyung, rasanya dingin sekali angin pagi itu. Sesingkat mungkin aku mandi dan siap untuk berangkat ke kantor (Singkat cerita aku mendapatkan pekerjaan dan telah bekerja sejak 4 hari yang lalu…hehehe). Sesampainya dikantor, aku telah disajikan tumpukan berkas yang hari itu harus aku selesaikan laporannya. Saat aku memandang Monitor, rasanya huruf yang aku ketik terasa kabur dan berlarian.(aku lupa tidak membawa kaca mataku, hehehe). Segera aku mulai mengerjakan tumpukan kertas itu dan membacanya lembar demi lembar dan kemudian mengetik untuk membuat laporannya.
     Pada saat aku membaca salah satu berkas HPku berbunyi, aku melihat tampak meme (sepupuku) mengirimkan pesan singkat, tertulis “Ada paket dari Prancis Cik Py”. Aku terkejut dan langsung menelponnya seketika itu, untuk memastikan keberadaan paket itu. Ketidakpercayaanku masih belum terjawab saat meme mengatakan paket itu datang dan tertuliskan “Mademoiselle Hanum Ompy “. Aku meminta meme mengambil gambar bungkusan itu dan segera mengrimkan ke emailku untuk memastikan bentuk bungkusan itu dan tulisan yang tertera. Saat meme mengirimkannya, gambar itu tampak begitu jelas dimataku. Ingin rasanya aku pulang dan melihat sendiri kotak itu. Hatiku terasa ada yang menusuk, kaget luar biasa. Cyril memberiku kejutan lagi dengan mengirimkan sesuatu yang entah apa isinya. Pada saat itu juga mataku yang terasa mengantuk kembali terbelalak, karena memang pada saat itu aku terasa terkejut dan terasa tersambar petir. Entah kenapa otakku menjadi pintar, jariku semakin gesit mengetikkan apa yang otakku pikirkan. Keinginan untuk mengerjakannya dengan cepat hanya untuk pulang lebih awal, karena aku ingin tau isi dari kotak yang sebesar sepatu itu.
     Pekerjaanku selesai tepat waktu dan aku segera izin untuk pulang, mereka memujiku karena laporanku bagus dan selesai sangat cepat. Aku sendiri bingung kenapa aku jadi sepintar itu, hehehehe mereka memberikan jempol atas laporanku. Awan sangat mendung, dalam perjalanan banyak sepeda bergerak kebut-kebutan entah berapa kecepatan yang mereka gunakan. Tanpa sadar aku juga menggunakan kecepatan yang kurang wajar, dan baru tersadar saat ada kecelakaan didepan mataku. Aku kaget dan sangat terkejut, entah kenapa hariku penuh kejutan hari ini. Jalan menjadi macet, dan hujan mulai turun sangat deras. Aku kehujanan karena aku tidak bisa menghindar dari kemacetan itu. Sepedaku aku jalankan pelan dan melewati sela-sela, dan aku berhasil melewatinya. Sesampai dirumah keluargaku sudah pada heboh, karena aku mendapatkan paket dari Prancis. Mereka memintaku segera membukanya, tapi aku memutuskan untuk berganti pakaianku.
    Setelah itu aku mengambil kotak itu dikamar meme, dan saat aku melihatnya kotak itu benar-benar ada dan nyata. Tertuliskan banyak stempel, segel, dan tulisan dari bahasa Prancis yang tidak ada yang aku pahami. Dan beberapa segel bea masuk, bea cukai, pos udara dan sebagainya tanda barang impor masuk. Saat aku memegang kotak itu dan memutuskan untuk tidak langsung membukanya, dan hanya menerka-nerka isinya bersama meme. Aku menerka isinya adalah T-shirt Spongebob karena kita pernah membicarakan kartun kesukaanku. Meme juga menduga demikian, karena kotak itu begitu ringan. Tanganku memulai membuka perlahan, dan ternyata didalam kotak sebesar itu hanya ada kotak kecil merah. Semakin bertanya-tanya otakku ini, dan saat aku buka, badanku terasa lunglai dan tanganku bergetar. Aku menutup kembali dengan ketidakpercayaan yang sangat  besar. Meme membukanya lagi, dan kaget dengan apa yang ia lihat juga. Kebingungan mendera diriku saat itu, Cyril mengirimkanku kalung bentuk hati dan sepasang anting yang mempunyai bentuk yang sama. Apa artinya semua ini? Kenapa dia memberiku ini? Aku butuh sebuah jawaban.

    Laptop yang ada ditasku aku hidupkan dan segera mengirimkan email, tentang kotak perhiasan itu. Jariku terasa lunglai, dan tidak tahu harus menuliskan apa dan dengan perasaan apa, marah, atau senang yang aku tulis hanyalah kenapa dia mengirimkan itu. Karena aku sudah mengatakan kepadanya untuk tidak mengirimkan apapun, karena bunga itu sudah cukup untukku. Bukan aku yang kaget dan bingung, keluargaku yang melihatnya pun tidak tau dengan apa yang aku terima dan tidak bisa mengartikannya. Sambil menunggu balasan email dari Cyril, aku hanya memandanginya dengan rasa tidak percaya. Karena ini pertama kali untukku, apapun yang belum pernah aku rasakan sebelumnya bisa aku rasakan saat aku bertemu dengan Cyril.
     Cyril membalas dengan cepat, kata yang dia tulis pertama kali adalah “hehehehe” dia senang jika barang itu sampai dan sekarang aku pegang. Cyril hanya menjawab singkat, dia ingin aku menganggap kalung itu adalah bagian dari hatinya yang ingin dekat denganku, menghiburku, menghapus sedihku, dan memberikan kekuatan saat aku lemah, dia berharap aku menyukainya dan memakainya. Hanya itu yang dia tulis. Otakku semakin tidak bisa berpikir dengan jernih, apakah aku akan mampu memakainya, alasan apa yang bisa aku gunakan untuk mampu memakainya. Saat wanita mendapatkan hadiah dari kekasihnya, mungkin si gadis akan memakainya karena memang dia memiliki jawaban bahwa kalung itu dari orang yang sangat berarti baginya. Dan jika aku memakainya, apa arti aku memakainya???? Cyril berharap aku memakainya, tapi aku bingung apa aku harus memakainya???? Aku putuskan untuk membiarkan kalung itu didalam kotaknya bersama sepasang anting yang menemaninya. Hingga aku mampu untuk memakainya dengan arti yang cukup memberikanku alasan kenapa aku memakainya.
Semua kejutan yang aku alami yang Cyril berikan padaku adalah yang pertama bagiku dan selalu terjadi di setiap weekendku bersama Cyril. Entah apa yang terjadi berikutnya, aku sendiri pun tidak tau. Aku berharap apa yang terjadi sekarang kemarin, sekarang dan berikutnya adalah anugrah tuhan yang akan mempunyai maksud yang indah. Amin…
To Be Continue in Part 8 ;)

2 komentar:

  1. wehhhhh tak kusangka....critanya benar2......keren critanya biki pnasaran....kalung setengah hati.....

    wah jadi inget nie....masa lalu wkwkwkwwkwk


    semoga yang terbaik mbak yang terjadi


    rahasia tuhan gak da yang tahu

    BalasHapus
  2. wahh...
    aku suka kalimat2 d paragraf pertama..
    kaya' baca cerpen cik py..hehe:D
    trus tulisannya jg lbh enak d baca daripada yang kemaren..(pemilihan font)..
    kali ini,SIP! :D

    BalasHapus