Jumat, 10 Februari 2012

Ce Reve Bleu Part 9 Don’t Know

Saat ini entah apa yang harus aku tulis untuk Part 9 di Ce Reve Bleu, karena ini bukanlah hal yang ingin aku tuliskan. Sebenarnya apa yang harus aku tulis telah terjadi satu bulan sebelumnya. Hanya saja aku baru menuliskannya sekarang, entah apa karena aku yang terlalu sibuk, kehilangan kata-kata ataupun malas untuk menuliskan ini. Tapi aku hanya berfikir ini harus aku tulis karena hal itu adalah bagian dari Ce Reve Bleu yang aku alami.
Saat itu aku menikmati hari-hariku yang sangat pelik dengan beberapa urusan kantor yang membuatku gundah. Sore hari setelah aku pulang kerumah aku hanya merebahkan kepalaku di sebuah bantal yang menopangku saat aku lelah, untuk sementara bantalku yang paling setia saat ini menemaniku di kamar penantian. lucu sekali… Hingga akhirnya aku tertidur pulas, tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan selain tidur. Aku terbangun dengan alarm, entah siapa yang mensetnya. Saat aku menghidupkan laptopku ada sebuah email darinya yang selalu ingin aku baca, meskipun terkadang aku tidak tau harus membalas apa.
Aku langsung membuka email yang dia kirimkan padaku, dan saat aku membukanya sebuah uraian yang tidak terlalu panjang yang dia tuliskan untukku dimana dia menuliskan tentang pembatalan atau yang lebih tepatnya penundaan kedatangannya ke Indonesia. Membaca setiap kata yang dia tuliskan, aku semakin bingung. Bukan aku tidak memahami setiap kata, tapi ada beberapa masalah terkait dengan bank dan penukaran kartu kredit yang akan dia gunakan untuk mengurus semua pembayaran. Terbesit dalam otakku untuk hanya menuliskan kata-kata “No Problem” untuknya, karena memang tidak masalah bagiku dia mau datang atau tidak. Karena aku sendiri belum siap untuk melihatnya, karena bahasa inggrisku yang sangat kacau. Hehehe
Dari awal memang aku tidak mengharapkan terlalu besar dia datang ke Indonesia, yang aku rasakan adalah jika dia datang aku akan menerimanya dan jika dia tidak datang aku juga akan menerimanya. Hanya itu yang aku rasakan.
Aku adalah tipikal yang tidak pernah berani bermimpi, berharap dan mengharap. Mungkin banyak orang mengatakan mimpi adalah penting bagi semua kehidupan manusia dalam menjalani hidup, tapi bagiku mimpi adalah fana. Mungkin karena aku tidak berani bermimpi. Aku akan melakukan yang terbaik untuk semua keinginanku dan tujuanku bukan mimpiku, karena mimpi bagiku adalah bunga tidur. Saat semua tujuanku terwujud, aku baru berani menganggap itu adalah mimpi yang menjadi nyata atau lebih tepatnya kenyataan. Aku hanya mempunyai tujuan tapi tidak berani bermimpi.
Mungkin bagi banyak orang pemikiranku itu sangat aneh atau bertolak belakang dengan mimpi yang harus dimiliki semua orang, tapi tidak bagiku. Aku belum menemukan seseorang ataupun apapun yang membuatku berani bermimpi, karena aku terkadang berpikir, layakkah aku bermimpi dengan diriku yang seperti ini. Bagiku melakukan apapun dengan sebaik mungkin untuk orang yang kita cintai dan mencintaiku adalah hal yang penting daripada bermimpi dan memimpikan. Karena Cinta adalah tanggung jawab. Jika kita memiliki cinta apapun bentuknya kita tetap harus bertanggung jawab apapun itu.
Saat ini aku memilih sebuah jalan dimana mungkin itu akan menjadi sulit untukku, karena belum memilih jalan itupun aku sudah menumi kesulitan. Aku hanya berusaha semampuku dan menyerahkan semua kepada Allah. Sebuah Pendidikan Advokat telah aku pilih dan ingin aku jalani, untuk menjadi seorang Lawyer.
Tidak mudah memang menjalani sesuatu yang paling kita inginkan, karena memang kesulitan itu ada hanya untuk memberikan kita jalan menuju sebuah kenikmatan dan prestasi. Kita tidak akan merasakan kenikmatan jika tidak ada kesulitan, dan kita tidak akan menikmati kesulitan jika tidak ada kemudahan. Kedua hal itu memberikan kita jalan untuk menjadi seseorang yang selalu bersyukur dan berikhtiar (berusaha). Sehingga kita bisa bangga dengan diri kita sendiri.
Hm…. Mungkin aku menuliskan sesuatu yang diluar inti cerita. Tapi memang aku tidak tahu apa yang harus aku tuliskan. Mungkin juga tulisan ini tidak layak untuk dibaca. Tai aku hanya menulis. Dan aku hanya menuliskan ini…. Aku akan menuliskan Part demi Part karena aku masih melalui hariku dengan Cyril teman dunia mayaku, yang masih fana. hehehehe

2 komentar:

  1. bagus kok mbak...nie bisa masuk special part dimna pnulis mencritkan tentang dirnya sendiri yang berbeda pada inti crita...bgian nie akan mebuat isi crita lebih unik dan bergam....

    maaf yang mabk..baru bisa baca skarang n bisa coment...

    mungkin mimpi akan sangat menyakitkan bila tak terwujud pdahal kita sudh berusaha keras...

    namun kita tidak boleh berhenti bermimpi

    karena dengan mimpi kita bisa hdup

    banyak orang dapat hidup dan membuka matanya di pgi har dari tidurnya karena mrka memiliki mimpi yang blum terwujud di hari kemren...


    saran buat mbak...trus menulis...smua sudah diatur oleh pmbuat rencana yang maha tahu

    BalasHapus
  2. ayo terusin part-part selanjutnya..
    kaya'nya banyak hal yg udah terjadi dan harus dituliskan...:D

    nb: gaya bahasa udah mulai enak dibaca,..:)

    BalasHapus