Saat itu aku menikmati
hari-hariku yang sangat pelik dengan beberapa urusan kantor yang membuatku
gundah. Sore hari setelah aku pulang kerumah aku hanya merebahkan kepalaku di
sebuah bantal yang menopangku saat aku lelah, untuk sementara bantalku yang
paling setia saat ini menemaniku di kamar penantian. lucu sekali…
Hingga akhirnya aku tertidur pulas, tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan
selain tidur. Aku terbangun dengan alarm, entah siapa yang mensetnya. Saat aku
menghidupkan laptopku ada sebuah email darinya yang selalu ingin aku baca,
meskipun terkadang aku tidak tau harus membalas apa.
Aku langsung membuka email yang dia kirimkan padaku, dan saat aku membukanya sebuah uraian yang tidak
terlalu panjang yang dia tuliskan untukku dimana dia menuliskan tentang
pembatalan atau yang lebih tepatnya penundaan kedatangannya ke Indonesia.
Membaca setiap kata yang dia tuliskan, aku semakin bingung. Bukan aku tidak
memahami setiap kata, tapi ada beberapa masalah terkait dengan bank dan
penukaran kartu kredit yang akan dia gunakan untuk mengurus semua pembayaran.
Terbesit dalam otakku untuk hanya menuliskan kata-kata “No Problem” untuknya, karena
memang tidak masalah bagiku dia mau datang atau tidak. Karena aku sendiri belum
siap untuk melihatnya, karena bahasa inggrisku yang sangat kacau. Hehehe
Dari awal memang aku tidak
mengharapkan terlalu besar dia datang ke Indonesia, yang aku rasakan adalah
jika dia datang aku akan menerimanya dan jika dia tidak datang aku juga akan
menerimanya. Hanya itu yang aku rasakan.
Aku adalah tipikal yang tidak pernah berani bermimpi, berharap dan mengharap. Mungkin banyak orang mengatakan mimpi adalah penting bagi semua kehidupan manusia dalam menjalani hidup, tapi bagiku mimpi adalah fana. Mungkin karena aku tidak berani bermimpi. Aku akan melakukan yang terbaik untuk semua keinginanku dan tujuanku bukan mimpiku, karena mimpi bagiku adalah bunga tidur. Saat semua tujuanku terwujud, aku baru berani menganggap itu adalah mimpi yang menjadi nyata atau lebih tepatnya kenyataan. Aku hanya mempunyai tujuan tapi tidak berani bermimpi.
Aku adalah tipikal yang tidak pernah berani bermimpi, berharap dan mengharap. Mungkin banyak orang mengatakan mimpi adalah penting bagi semua kehidupan manusia dalam menjalani hidup, tapi bagiku mimpi adalah fana. Mungkin karena aku tidak berani bermimpi. Aku akan melakukan yang terbaik untuk semua keinginanku dan tujuanku bukan mimpiku, karena mimpi bagiku adalah bunga tidur. Saat semua tujuanku terwujud, aku baru berani menganggap itu adalah mimpi yang menjadi nyata atau lebih tepatnya kenyataan. Aku hanya mempunyai tujuan tapi tidak berani bermimpi.
Mungkin bagi banyak orang
pemikiranku itu sangat aneh atau bertolak belakang dengan mimpi yang harus
dimiliki semua orang, tapi tidak bagiku. Aku belum menemukan seseorang ataupun
apapun yang membuatku berani bermimpi, karena aku terkadang berpikir, layakkah
aku bermimpi dengan diriku yang seperti ini. Bagiku melakukan apapun dengan
sebaik mungkin untuk orang yang kita cintai dan mencintaiku adalah hal yang
penting daripada bermimpi dan memimpikan. Karena Cinta adalah tanggung jawab.
Jika kita memiliki cinta apapun bentuknya kita tetap harus bertanggung jawab
apapun itu.
Saat ini aku memilih sebuah jalan
dimana mungkin itu akan menjadi sulit untukku, karena belum memilih jalan
itupun aku sudah menumi kesulitan. Aku hanya berusaha semampuku dan menyerahkan
semua kepada Allah. Sebuah Pendidikan Advokat telah aku pilih dan ingin aku
jalani, untuk menjadi seorang Lawyer.
Tidak mudah memang menjalani
sesuatu yang paling kita inginkan, karena memang kesulitan itu ada hanya untuk
memberikan kita jalan menuju sebuah kenikmatan dan prestasi. Kita tidak akan
merasakan kenikmatan jika tidak ada kesulitan, dan kita tidak akan menikmati
kesulitan jika tidak ada kemudahan. Kedua hal itu memberikan kita jalan untuk
menjadi seseorang yang selalu bersyukur dan berikhtiar (berusaha). Sehingga
kita bisa bangga dengan diri kita sendiri.
Hm…. Mungkin aku menuliskan
sesuatu yang diluar inti cerita. Tapi memang aku tidak tahu apa yang harus aku
tuliskan. Mungkin juga tulisan ini tidak layak untuk dibaca. Tai aku hanya
menulis. Dan aku hanya menuliskan ini…. Aku akan menuliskan Part demi Part
karena aku masih melalui hariku dengan Cyril teman dunia mayaku, yang masih
fana. hehehehe
bagus kok mbak...nie bisa masuk special part dimna pnulis mencritkan tentang dirnya sendiri yang berbeda pada inti crita...bgian nie akan mebuat isi crita lebih unik dan bergam....
BalasHapusmaaf yang mabk..baru bisa baca skarang n bisa coment...
mungkin mimpi akan sangat menyakitkan bila tak terwujud pdahal kita sudh berusaha keras...
namun kita tidak boleh berhenti bermimpi
karena dengan mimpi kita bisa hdup
banyak orang dapat hidup dan membuka matanya di pgi har dari tidurnya karena mrka memiliki mimpi yang blum terwujud di hari kemren...
saran buat mbak...trus menulis...smua sudah diatur oleh pmbuat rencana yang maha tahu
ayo terusin part-part selanjutnya..
BalasHapuskaya'nya banyak hal yg udah terjadi dan harus dituliskan...:D
nb: gaya bahasa udah mulai enak dibaca,..:)