Sabtu, 05 Mei 2012

Ce Reve Bleu Part 10 The Train Station


Terakhir aku menuliskan cerita Ce Reve Bleu sebuah pernyataan dimana kedatangannya tertunda. Dan rasanya entah apa lagi yang ingin aku tuliskan saat hidupku berlanjut dan masih saja berkomunikasi dengan pria berkebangsaan Prancis itu. Mungkin karena nafsu menulis telah gugur, karena semangat semangat yang ada untuk menulis hanya ada saat hatiku ingin mendiskripsikannya. Berbulan-bulan aku masih saja melaluinya dengan membalas email darinya, chat bersamanya, video call, yang semuanya diwarnai dengan candaan, kegimbaraan, kadang dengan sedikit bumbu bad mood didalamnya. Hehehe. Aneh rasanya saat kita berada dalam kesalahpahaman, itu semua karena bahasa yang kami gunakan adalah bahasa asing, mungkin banyak kata-kata yang kami gunakan mempunyai makna berbeda, tapi disitulah keunikannya, saat kesalahpahaman terjadi, kesepahaman akan muncul dengan cepatnya.
Saat komunikasiku bersama Cyril berlanjut, aku juga di fokuskan dengan pendidikan khusus profesiku sebagai seorang advokat. Hari demi hari aku lalui di masa pendidikanku, dengan semangat-semangat yang dia berikan kepadaku memberikan rasa percaya diriku yang amat besar, hingga beberapa prestasi aku dapatkan, memahami materi demi materi dengan baik. Karena satu keyakinan, bahwa aku bisa melakukannya dengan baik. Sebegitu percayanya dirinya kepadaku. Cyril tidak hanya memikirkan dirinya sendiri meskipun terkadang aku ketiduran saat chat, tidak sempat membalas email, semua dia tanggapi dengan sangat baik, banyak email yang dia kirimkan hanya untuk memberikan keyakinan dan kekuatan untuk melakukan segalanya dengan semangat, senyum, dan kekuatan.
Saat Masa pendidikan, ada seorang Pria yang mendekatiku, berkenalan dan akhirnya sering menghabiskan waktu kerumahku setelah usai perkuliahan. Sebut saja namanya Rifa, pria yang baik, menarik dan tegas, tapi terkadang keras dan arogan. Pertemun kedua dia mulai menyatakn perasaannya, Hm… cepat rasanya dia jatuh cinta hingga membuatku mengalami keraguan yang amat dalam tentang Siapakah dirinya??? Awalnya aku hanya mengnggap dia adalah rekan sejawat dan teman untuk belajar bersama. tapi saat Bersamanya membuat aku mengalami kegalauan, apa artinya dia muncul di hadapanku?? Cinta sesaatkah atau cinta yang hanya berkunjung. Semua campur aduk.Mungkin benar kelemahan seorang wanita berbintang Pisces adalah susahnya membedakan antara cinta yang sebenarnya ataukah cinta sementara Setelah dia menyatakan untuk melamarku secepatnya jika aku menerima cintanya. Ketidakyakinanku terlampau amat besar, karena begitu mudah jatuh cinta apakah akan menjadi mudah untuk melupakan.
Aku menceritakan semuanya kepada Cyril, dan entah mengapa saat aku menceritakannya dia hanya terdiam dan terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Hingga akhirnya dia meneteskan air matanya dan terisak beberapa kali. Aku merasa bersalah kepadanya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak berkomunikasi sementara waktu agar kita bisa berfikir dan menjernihkan pikiran kita masing-masing. Entah kenapa pagi itu dia menuliskan email yang panjang tentang perasaannya, kekecewaannya karena dia selama ini melakukan yang terbaik untukku, agar aku merasakan jika Cyril itu benarbenar ada dan akan segera mewujudkannya. Bagaimana dia menganggapku sebagai pembawa cahaya dalam jalan hidupnya dan membawakan mimpi indah yang selama ini tidak ia dpatkan, masa depan yang indah.
Saat itu aku merasa bersalah dan bersalah kepadanya, bukan bermaksud aku mempermaikan hatinya atau memberikan harapan atau mimpi. Aku hanya menunjukkan siapa “Ompy Hanum”. Kemudian aku merenung dan beberapa saat membalas emailnya. Aku menuliskan, bahwa kewajaran jika seorang wanita tidak percaya terhadap pria yang ada di dunia mayanya. Dia memberikanku Link sebuah lagu yang berjudul “Pomme C” cinta virtual antara seorang pria yang jatuh cinta dengan seorang wanita di dunia maya. Hm… lagunya mirip kisah ku, hahahaha. Saat itu aku sadar, jika memang lagu itu berakhir kenyataan, biarkanlah waktu yang menjawabnya saat kamu memang benar2 ada dihadapanku tanpa layar ataupun jaringan internet.Karena aku sendiri tidak meyakini perasaan apakah yang aku miliki saat bersamanya, hanya senaang karena dia sosok pria yang berada dalam mimpiku, ataukah hanya teman kesepianku ataukah Cinta. Aku sendiri hanya sosok wanita yang menggenggam hati dengan amat kuatnya, hingga terkadang aku menykiti hatiku sendiri, bagaimana bisa aku menggenggam hatiku agar tak ada yang melukainya, tapi justru genggamanku menyakiti hatiku.
Saat itu Rifa meminta jwabanku, yang pertama aku menjawab tidak dan kedua tidak akhirnya dia meminta jawaban untuk terakhir kalinya, dan sontak diriku kaget karena dia berterus terang dia diantara dua pilihan. Hm, emangnya aku barang yang seenaknya dipilih??ckckckck. Aku hanya menanyakan kepadanya dua pertanyaan, jika dia bisa menjawabnya, aku akan menerimanya.. aku hanya menanyakan, apa yang kamu ketahui tentang aku? Dan dia menjawab kesempurnaan, itu jawaban yang mustahil bagiku karena aku bukanlah kesempurnaan, sedangnkan pertanyaan kedua, alasan apa yang bisa aku jadi dasar untuk menerimamu, dia menjawab tidak tahu. Tampak sudah siapa dia, seseorang yang hanya melihatku dari luar, tanpa ingin tahu kekuranganku yang dia belum mengethuinya dan bagiku pertanyaan apakah dia bisa menerimanya atau tidak.
Saat itulah dia memilih seorang wanita, yang aku tidak tahu siapa. Keputusanku bukan karena Cyril, tapi karena memang jawaban independen dari hatiku. Aku hanya mencoba bersikap sebagai wanita yang tidak gegabah dengan yang namanya perasan, kehati-hatian yang mungkin terkadang jatuh atau tersandung. Saat Cyril mengatakan kedatangannya tanggal 6 Mei 2012 yang jatuh pada besok, membuatku hanya ketidak percayaan yang amat besar. Akankah benar besok aku melihatnya, dan apakah benar dia benar-benar muncul dihadapanku, bukan hanya dilayar kaca. Saat aku mengatakan pertanyaan, Apa yang kamu lakukan jika aku tidak ingin bertemu denganmu? Jawabannya sangat aneh, dia akan datang dan meminta izin untukku untuk melihatnya beberapa menit saja. Hm… siapa dia dengan kata-katanya yang membuat wanita selalu tidak bisa mempercayainya.
Besok adalah waktu dimana dia akan datang, dan mungkin Stasiun Jember yang menjadi tempat untuk pertemuaku yang pertama kalinya. Aku akan menunggunya besok siang di stasiun jember dimana dia akan datang dan pertama kalinya kita akan saling menatap. Hehehe. Perasaanku sekarang hanya terdiam, karena tidak bisa membayangkan apapun unuk besok. Karena sebenarnya kita telah 1 minggu tidak berkomunikasi. Mungkin ini yang bisa aku tulisakan untuk para pembaca Blogku. Aku akan menuliskannya saat kehadirannya benar-benar nyata atau hanya sekedar virtual.

1 komentar:

  1. loh....
    kok sampe sini aja?
    ayo trusin cik py..
    pasti part-part selanjutnya bakalan lebih so sweet..:D

    BalasHapus