Kamis, 31 Mei 2012

Ce Reve Bleu Part 11 Sun and Sunflower


    Tepat tanggal 6 Mei 2012 hari dimana dia menjadwalkan diri datang dan berdiri dihadapanku secara nyata. Entah hal itu bisa di percaya atau tidak, karena sesuatu yang tidak mungkin jika dipikirkan dan dibayangkan oleh orang lain. Saat aku mengecek email tidak ada berita apapun yang dia kirimkan padaku. Pikiranku lebih condong tidak mungkin dia datang dan khawatir terjadi sesuatu saat dia benar-benar di Indonesia. Jika dia benar-benar datang seharusnya dia mengirimkan email saat berada di Surabaya, karena melihat jadwal pemberangkatan yang dia tunjukkan padaku. Dibuatnya aku tidak bisa tidur, aku mencoba untuk memejamkan mata dan akhirnya tertidur.
    Tak terasa mataku terpejam karena semalaman aku tidak tidur, dan tidak lama aku menutup mata, kakakku membangunkanku dengan menyebut namanya, sontak aku terkejut tak terduga. Serasa mimpi aku dibuatnya saat kakakku mengatakan Cyril datang, aku hanya mengacuhkannya karena tidak mungkin dia akan datang langsung kerumah. Karena dia tidak tau alamat rumah, jember. Karena sebelumnya kita telah sepakat untuk bertemu di stasiun jember. Kakakku berusaha meyakinkannku bahwa dia benar-benar datang. Dengan wajah kucel tampak seperti mayat hidup karena tidak tidur seharian dan hanya beberapa menit terlelap aku harus membuktikannya sendiri. Langkah semakin penasaran dan tak yakin jika dia benar-benar dirumah, saat aku sampai dipintu depan aku melihat dia dengan bebrapa tas yang aku lihat begitu berat. Mataku focus dengan wajahnya yang Nampak bersinar dibawah paparan sinar matahari yang baru muncul, menyilaukan saat aku lihat wajahnya mungkin karena aku belum 100% bangun dan sadar. Aku seolah mimpi dan masih ada di mimpi indah, melihat Cyril Belliard, datang dan berdiri di hadapanku. Aku merasa terbang dan kehilangan kata-kata, aku merasa ada didunia lain. Entah apa yang aku rasakan saat itu, hingga akhirnya aku tersadar panggilan supir taxi yang marah kepadaku karena membiarkan dia terlantar di terminal, supir taxi itu marah karena merasa kasihan kepadanya. Aku merasa bersalah karena membiarkan dia merasakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dia alami. Aku hanya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada supir taxi yang telah membantunya dan mengantarkannya kerumahku dengan selamat.  Saat supir taxi itu pergi, aku mempersilahkan Cyril masuk kerumah. Rasa canggung, bingung, nervous, dan tidak tau ingin mengatakan apa karena seketika itu otakku kosong. Wajahku hanya terpaku dan mungkin lebih tepatnya terpatung, hingga akhirnya dia memanggil namaku dan membuatku terbangun dalam proses sadar 100%.
    Aku meminta kakakku menemaninya sebentar, karena aku harus membuatkannya kopi sebagai tamu. Aneh rasanya saat aku membuatkan kopi untuk seseorang yang selama ini hanya ada di layar. Sibuk aku membuat kopi di dapur bersama Anin, hehehehe sambil menenangkan hatiku yang masih shock dengan kejadian yang tidak mudah dicerna oleh otakku ini.hehehehe Didapur terlihat bukan aku saja yang bingung lucunya Anin keponakanku terus saja berlarian sepertinya dia jauh lebih shock dan kaget daripada aku. Hm…. Kopi telah siap dan aku mengantarkannya langsung keruang depan dengan wajah yang benar benar kacau, baru bangun tidur, shock, dan entah seperti apa wajahku waktu itu. Saat aku menaruh secangkir kopi dihadapannya, dia memberikan senyuman yang membuatku jadi terasa lebih kikuk, karena baru pertama kalinya aku berhubungan dengan orang asing dan pertama kalinya pula aku kopi darat ma orang asing. Saat aku duduk entah apa yang harus aku katakana pertama kali, rasanya seketika itu aku berwajah dan berlagak bodoh sebodoh bodohnya, ooohhhhh mana jati diri Ompy Hanum. Aku berusaha mengatasi keaadaan dengan mengatakan apa kabar (tampak semakin aneh..hehe) untunglah waktu itu ada Anin yang setia menemaniku hilang ke PDanku karena aku benar benar baru bangun tidur.
    Pada akhirnya aku berusaha mengendalikan suasana, kita mulai melakukan pembicaraan ringan. Dan dia mulai menunjukkan Ipad, dan Phone nya dengan segalanya menggunakan fotoku untuk semua wallpaper dan screensaver dan anehnya dia menunjukkan gambarku di camera yang dia ambil tanpa aku sadari saat kita video call saat saling berjauhan. Dia semakin membuatku malu dengan wajahku yang semuanya aneh dan jelek. Aku izin untuk mandi sebagai trik untuk mengatasi tingkat malu di diriku, hehehe Setelah itu aku mengajaknya untuk mencari sebuah hotel untuk dia mandi dan tidur, aku tidak mempersilahkan untuk di rumah karena kita mempunya budaya yang berbeda untuk tamu laki-laki. Sebelum menuju hotel, aku mengajaknya sarapan di sebuah restoran yang buka 24jam saat aku memasuki restaurant itu semua mata memandang aneh, entah apa yang ada di otak mereka, baik dan mungkin buruk. Pertama kali itu juga aku pergi bersama seorang pria asing berkewarganegaraan Perancis, dan dia pertama kalinya sarapan dengan Nasi, hehehe Aku tahu pasti dia merasa aneh hanya saja dia berusaha menghormatiku. Dan akhirnya setelah sarapan aku membawanya kesebuah hotel dan memilih sebuah kamar untuknya. Saat itu juga dia memintaku menunggunya karena dia ingin membeli sebuah sandal selama di Indonesia. Rasa takut, canggung dan kikuk bergejolak, karena aku tidak pernah satu ruangan di hotel bersama seorang pria, pikran buruk melandaku, aku sudah bersiap siap waspada dengan menunggunya didekat pintu yang sudah tidak aku kunci untuk berjaga-jaga. Tapi dugaanku salah besar, dia sama sekali tidak berbuat aneh aneh didepanku, dia sangat sopan dan tidak berniat menyentuhku atau bersikap kurang ajar, dia malahan mennjaga jarak denganku. Dengan senyum polosnya dia mengatakan, aku akan menjaga perasaanmu, budayamu, dan dirimu dengan tidak akan melakukan hal-hal yang akan menghancurkan kepercayaanmu kepadaku. Kekagetan luar biasa yang aku rasakan, sessopan itukah dirinya dan sehormat itukah dia kepadaku. sungguh berbeda dengan laki laki Indonesia zaman sekarang yang sering aku temui.
    Aku mulai percaya kepadanya dengan duduk di sofa dan dia di ujung tempat tidurnya, bersiap untuk pergi. Kukatakan kepadanya untuk cepat, karena tidak baik bagiku berlama lama di dalam satu ruangan bersama laki-laki. Dan anehnya dia saat mencari tas kecilnya tempat dimana uang rupiahnya diletakkan. Dalam perjalanan hingga sampai ke sebuah supermarket, dia meminta maaf karena membuatku tidak nyaman dengan menunggunya. Aku hanya tersenyum kepadanya, kita mulai mencari-mencari dan anehnya tidak ada ukuran yang cocok dengan kakinya yang mungkin tidak sama dengan ukuran orang Indonesia. Ukuran 45 yang kita cari, dan hanya ukuran 43 yang tersedia. Akhirnya aku menemukan satu yang sedikit kekecilan untuk kakinya, selama pencarian itu, semua mata memandang dan berbisik, mungkin aku harus bersiap dengan gunjingan, image buruk dan pikiran buruk dari banyak orang, tapi aku berpegang teguh pada prinsip bahwa aku menjaga diriku sebaik mungkin. Hari-hari aku lalui selama dia berada di Jember, makan bersama, menunjukkan apa yang selama ini ingin dia lihat, dan berada dirumah menghabiskan waktu bersama Anin dan keluargaku dirumah. Beberapa hari di Jember rasanya aku merasa sudah lama mengenalnya hingga wajah asing yang pertama kali aku lihat berubah menjadi wajah yang sepertinya tidak sama sekali Nampak pria asing yang membuat orang lain terkesima. Hehehe hingga saat dia mengutarakan perasaannya dan memastikan jika hingga sekarang perasaanya berubah tumbuh semakin besar dan besar, dia ingin aku percaya dengan perasaannya kepadaku. Dia memintaku untuk tidak menjawabnya jika memang aku tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Entah apa yang aku pikirkan saat melihat wajahnya hingga aku mengingat semuanya dari awal bertemu dan semua yang dia lakukan hingga akhirnya datang berdiri didepan rumah berharap menjadi kejutan untukku, perjalanan yang begitu berat karena ingin mewujudkan filosofi bunga matahari dan matahari, dimana dia seolah bunga matahari yang telah siap memandang ke atas untuk menyambut mataharinya terbit dengan datang sepagi mungkin kerumah untuk dapat membuat aku sebagai matahari untuknya bangun dari tidur untuk melihatnya langsung wajahnya yang kebetulan saat itu matahari belum sepenuhnya terbit layaknya aku yang masih belum sepenuhnya bangun. Tak kuasa aku menahan diri untuk menjawabnya tapi karena aku masih ragu, dan aku mengajukan banyak pertanyaan untuknya dan dia memberikanku jawaban-jawaban yang membuat aku mampu menjawabnya walaupun hanya menuliskannya di secarik kertas. Aku menuliskan “I Love you Too” kepadanya. Hehehe terlalu malu aku untuk mengatakannya. Dan kita memutuskan untuk menjalani hubungan yang mengutamakan keterbukaan dan kejujuran. Dan dia menambahkan bahwa dia akan selalu menghormati apa yang ingin aku jaga tanpa merusaknya dengan perbuatan-perbuatan yang dapat menghancurkan cintanya. Kata-kata itu benarbenar dia katankan secara nyata yang sebelumnya pernah dia katakan saat kita chatting tentang budayaku sebagai orang timur dan sebagai wanita muslim.
    Keluargaku menjadwalkan berwisata ketempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, pergi ke danau-danau, pelabuhan, pantai, perkebunan, dan pantai. Dan tak lupa dia mengingatkanku untuk mengajaknya mengunjungi desa dimana aku pernah menceritakannya saat aku skype bersamanya. Kelucuan demi kelucuan terjadi, wajah keluargaku yang berada di desa dibuatnya tertawa dengan setiap jawaban jawaban yang keluargaku ajukan, yang tak lupa aku menjadi translator untuk mereka dan Cyril, hehehe. Selama dia disini waktu kita habiskan banyak bersama keluargaku, dia mengatakan keluargaku sangat besar, ramah, hangat, dan lucu-lucu. Meskipun dia menyadari adanya perbedaan antara keluarga dari ibuku dan keluarga dari ayahku yang tidak bisa sama sekali berbahasa inggris, dia menemukan jawaban tentang pertanyaan terbesarnya, Apa yang membuat Wanita yang selama ini membuatnya merasa punya harapan dan tujuan dalam hidupnya? Dia menemukan jawabannya selama dia berada bersama keluargaku. Dia meyakini Keluargaku, Agamaku, Budayaku yang membuat aku seperti ini, dan dia akan melakukan yang terbaik dan sebaik mungkin untuk membuktikan kepada semua keluargaku, “Aku bukan orang Prancis dan bukan orang asing, Aku hanya Cyril Belliard laki-laki biasa yang mencintai seorang wanita” Rasa haruku kepadanya saat aku mendengar kata-kata itu.
    Selama berada di Indonesia ada beberapa keluargaku yang merasa tidak nyaman dengan keberadaannya di Jember, membuat aku merasa tidak enak hati terhadap situasi ini. mengingat Cyril adalah pria asing yang selama ini orang asing mempunyai image buruk dengan budaya yang bebas. mungkin mereka berbeda sudut pandang denganku dan beberapa keluargaku yang pernah berhubungan langsung dengan orang asing, mereka sama dengan halnya kita "manusia" ada yang baik dan ada pula yang buruk, di Indonesia pun tak sedikit orang yang buruk juga tak sedikit orang yang baik pula. Bagiku Islam agama yang lembut, santun dan terbuka untuk siapapun yang ingin menjadikan Islam sebagai jalannya, tetap berpikiran positif dan tetap berhati-hati, jiwa saling membantu untuk orang yang sedang mencari jalan yang baik dan tidak menghakimi orang lain karena kita sendiri tak luput dari dosa, Hanya Allah SWT yang maha tahu hati seseorang. Tak ada kata-kata dan janji-janji yang ingin dia tebar dan katakan kepadaku dan keluargaku, dia hanya ingin membuktikan semuanya hingga pertanyaan pertanyaan yang belum keluargaku utarakan terjawab sebelum ditanyakan kepadanya. Sikap yang baik sebagai seorang laki-laki yang tidak hanya bermulut besar. Keyakinannya terhadap Muslim dia rasakan saat ini seperti lilin di jalan hidupnya dan semakin bercahaya seiring dengan dunia baru yang dia yakini adalah jalan hidupnya yang baru. Selama ini dia hidup tanpa agama, aku berharap dalam menjalani sebuah jalan baru yang dia pilih dan akan dia jalani, dapat di hargai oleh semua orang dan memahaminya sebagai manusia yang ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku hanya bisa mendukungnya, membantunya dengan doa, selalu ada untuk memberikannya semangat saat dia lemah dan membantunya bangkit saat dia jatuh. Apa yang aku alami membuat aku kagum kepadanya. Sikap sopan, hormat kepadaku, keluargaku, dan budayaku. Merubah anggapan negatifku terhadap pria asing selama ini.Semoga dia tetap menjaga apa yang harus dia jaga, meneguhkan apa yang harus dia teguhkan.

2 komentar:

  1. bagus dan menarik..
    terus berkarya...
    terimakasih...
    http://updatesuju.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. @mohamad seruji,
    terima kasih ya udah comment.. sebetulnya banyak yang harus dituliskan. tapi saya malah sibuk kerja.

    BalasHapus